Memahami Karakteristik Anak Prasekolah Agar Tak Timbul Gesekan Dengan Orangtua

  • Rabu, 13 September 2017 18:30 WIB

Jangan kaget dengan perubahan perilaku anak. Yang tadinya manis, nurut, kok jadi susah dikasih tahu dan membantah. | Thinkstock

Nakita.id.- Sebab, pada saat inilah prasekolah mencoba unjuk diri, “Ini lo aku”. Ia juga merasa sudah mampu dan merasa bisa menawar ini-itu, plus berkata “tidak”. Jadilah kita terkaget-kaget dengan perubahan perilaku anak. Yang tadinya manis, nurut, kok jadi susah dikasih tahu dan membantah.

Terkadang permintaannya juga bikin bete. “Ibu cariin boneka aku!” atau  “Ibu duduk di sini dong, aku yang di situ.”Nah, ini ternyata terkait dengan semakin meningkatnya kemampuan berbahasa anak.

Baca juga: Si Prasekolah Suka Mengancam

Lantaran itu ia tak hanya pandai minta ini-itu tapi juga “bersilat lidah” dan bisa secara ekspresif  mengungkapkan apa yang dirasakan. Tak heran, perilaku marah-marah, kesal terasa lebih “bermakna” begitu si kecil di usia prasekolah.

Menurut Anindita Subawa, S.Psi , berita baiknya, dengan kemampuan berbahasanya yang makin meningkatnya baiknya, kita jadi lebih mudah memahami apa kemauan anak, apa yang ia suka dan tidak suka. Yang kurang menyenangkan ya itu tadi, kita harus menghadapi si kecil yang menuntut ini-itu dan harus segera dipenuhi.

Baca juga: 5 Masalah Perilaku Anak Balita Yang Umum Terjadi

Agar tak selalu timbul gesekan dengan si prasekolah, ada baiknya kita mengetahui apa saja karakteristik si prasekolah.

Egoisme, si prasekolah percaya betul bahwa ia adalah “pusat dunia”. Tak heran, ia selalu ingin kemauannya dituruti.

Kemandirian, mereka biasanya punya keinginan untuk mandiri; berpakaian sendiri dan ingin membantu mengerjakan pekerjaan ruamh tangga. Meski sedikit repot dan berantakan, tetapi cobalah fasilitasi keinginannya untuk mandiri. Biarkan anak menangani sendiri hal yang ia anggap bisa dikerjakan sendiri.

Kreativitas, dalam benaknya beragam imajinasi mulai muncul, kadang terdengar ajaib, tetapi sepert itulah imajinasinya berjalan.

Sumber : Tabloid Nakita

Reporter : Santi Hartono
Editor : Santi Hartono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×