5 Kesalahan Pola Asuh Orangtua yang Membuat Anak Susah Makan

  • Selasa, 19 September 2017 20:30 WIB

5 Kesalahan Pola Asuh Orangtua yang Membuat Anak Susah Makan

Nakita.id - Orangtua sering merasa cemas apakah anak sudah cukup makan atau anak justru susah makan tetapi terkadang tak menyadari bahwa tindakannya dapat mengacaukan selera makan anak. Contohnya, di saat kita terlalu menekankan pada kuantitas daripada kualitas.

Berikut ini beberapa alasan mengapa Ibu turut "bertanggungjawab" karena telah membuat nafsu makan anak berkurang. Suka tidak suka inilah faktanya. Maka itu, perlu dihindari;

Baca juga : Pola Asuh Tepat Dalam Menghadapi Anak yang Mudah Marah

Kesalahan 1: Membiarkan anak ngemil di sela makan

Jika Ibu berpikir bahwa membolehkan anak makan kue, sebatang cokelat atau es krim selama makan malam karena dinilai tidak membahayakan selera makan anak, ternyata salah besar. Cara ini secara tak sadar memberikan makanan tak sehat pada anak karena makanan tersebut biasanya tinggi kalori dan tidak mudah dicerna.

Jadi, ini bisa membuat anak Ibu merasa kenyang dan menolak untuk makan lebih dari tiga atau empat kali pada waktu makan. Ingat, membiarkan anak-anak memiliki camilan padat kalori sebelum waktu makan adalah pembunuh nafsu makan terbesar.

Kesalahan 2: Memberi banyak makan pada anak selama waktu makan

Setelah menyusui, orangtua kemudian memberikan makanan lagi pada jarak waktu yang tak berjauhan. Ternyata cara ini salah! Kebanyakan ibu tidak memikirkan kontrol porsi ketika harus memberi makan anak mereka.

Bahkan jika Ibu menawarkan makanan rumahan dan seimbang untuk anak, banyak makan menyebabkan kelebihan kalori, sehingga membuat metabolisme anak lamban dan menyebabkan perut kembung, kenyang dan kurang nafsu makan.

Anak mungkin tidak lapar saat sesi makan berikutnya. Selain itu, sebagian besar bayi dan batita lebih banyak menyusui atau memberi mereka botol yang diisi susu formula di antara waktu makan, sehingga anak tersebut kelebihan jumlah makan. Di sinilah akibat anak menolak makanan saat sesi makan.

Sumber : thehealthsite.com

Reporter : Avrizella Quenda
Editor : Santi Hartono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×