Begini Cara Agar Anak Mau Makan Makanan Bergizi dengan Sukarela

  • Selasa, 21 Maret 2017 09:06 WIB

Biar anak tidak mudah sakit sebaiknya ibu terapkan pola makan sehat

Nakita.id - Memilihkan makanan bergizi dan membatasi pilihan makan sering dilakukan seorang ibu untuk anaknya. Niat Ibu memang baik, ingin agar anak tumbuh sehat. Namun, niat baik tidak akan berakibat baik jika caranya tidak baik. Jika salah taktik, bukannya makan dengan lahap, anak malah kehilangan selera. Coba perhatikan taktik-taktik berikut ini, apakah Ibu pernah menerapkannya? 

Memaksa Anak Makan Lebih Banyak

Beberapa kajian menyimpulkan bahwa memfokuskan perhatian pada makan dalam jumlah tertentu bisa mengakibatkan makan secara berlebihan dan akibatnya menurunkan tingkat sensitivitas terhadap jumlah kalori yang dikonsumsi. Dengan kata lain, mendorong anak untuk makan lebih banyak mengajarkan mereka makan secara berlebihan. 

Paksaan juga bisa menghasilkan efek yang berlawanan. Sebuah kajian pada 2006 dalam jurnal Appetite menemukan anak-anak malah cepat kenyang dan tidak mau makan lagi ketika dipaksa. Alhasil, ia hanya makan sedikit. 

Anak juga menunjukkan ketidaksukaan terhadap makanan tertentu jika ia dipaksa untuk memakannya, seperti sayuran. Studi longitudinal lain telah menunjukkan bahwa ketika paksaan untuk makan tinggi, asupan buah dan sayuran jadi lebih rendah.

Baca juga : Cara Alami Agar Anak Mau Makan Banyak dan Sehat

Menggunakan Permen Sebagai Reward 

Menggunakan permen untuk mendorong anak menyantap makanan sehat, seperti sayur-sayuran, adalah pendekatan yang juga kerap digunakan. Tapi riset menunjukkan anak-anak justru belajar untuk lebih menyukai permen  - yang menjadi reward - ketimbang sayur-sayuran. Beberapa anak malah mulai membenci sayur-sayuran. Menggunakan permen untuk menghargai atau memotivasi perilaku baik bisa meningkatkan kesukaan anak-anak akan permen. 

Sebagian orang tua melarang anaknya mengkonsumi permen, makanan penutup (dessert), soda dan makanan lain yang tidak sehat di dalam rumah. Beberapa kajian menunjukkan bahwa pembatasan akses pada makanan lezat seperti itu malah mendorong anak-anak memakannya secara berlebihan ketika disediakan. 

Ada Cara Lain

Sumber : ["usnews.com"]

Reporter : Avrizella Quenda
Editor : Ida Rosdalina

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×