Bila Anak Mimpi Buruk, Lakukan Hal Ini Supaya Tak Jadi Penakut

  • Rabu, 13 September 2017 17:00 WIB

Atasi Batita yang Mimpi Buruk

Nakita.id - Meski dapat mengganggu kenyenyakan tidur si kecil, mimpi buruk tidak perlu terlalu dicemaskan karena umumnya mudah diatasi. Rosmayanti menawarkan beberapa kiat untuk menenangkan anak batita yang dalam tidurnya mengalami mimpi buruk:

Beri pengertian.

Kala si batita terjaga dari tidurnya karena mimpi buruk, tekankan bahwa apa yang dialaminya adalah sebuah mimpi. Beri penjelasan yang intinya, mimpi adalah bunga tidur yang hanya terjadi saat seseorang terlelap dan akan hilang saat terjaga. Tak ada yang perlu ditakuti  karena mimpi tidak akan ditemukan di alam nyata.

(Baca juga : Tidur Lebih Dari 9 Jam Malah Memicu Mimpi Buruk)

* Jangan ikut panik.

Ketika si kecil menjerit atau menangis, tetaplah bersikap tenang. Peluk tubuhnya agar anak menemukan rasa aman kembali. Kepanikan orangtua umumnya malah akan membuat hati anak semakin ciut sebab ia merasa ada ”pembenaran” bahwa mimpi buruk adalah sesuatu yang memang harus ditakuti. 

Minta ia bercerita.

Setelah anak mulai tenang, mintalah ia menceritakan mimpinya. Tanyakan apa yang ia lihat dalam mimpinya. Kalau ia  melihat monster seperti apa bentuknya. Apakah monster itu mengejar atau menyakitinya, dan bagaimana reaksinya terhadap monster itu. Tentu dengan bahasa yang sederhana.

Bercerita bisa menjadi sebuah katarsis atau pelepasan bagi perasaan yang tertekan. Pujilah jika  anak menunjukkan sikap berani sekecil apa pun dalam mimpinya. Tak lama setelahnya anak akan merasa nyaman dan tidur kembali. 

(Baca juga : Mimpi Buruk Lebih Sering Dialami Laki-laki)

* Jangan mengakumulasi ketakutan.

Tugas orangtua adalah menghilangkan ketakutan anak, bukan menambahnya.  ”Adek mimpi ular? Wah, ular memang binatang buas yang bisa makan orang. Tapi itu kan cuma mimpi.” Meski akhirnya kita menekankan bahwa itu cuma mimpi, penjelasan tentang kebuasan ular membuat anak semakin takut.

* Jangan ungkit lagi.

Mimpi buruk biasanya akan mudah dilupakan dan anak bisa beraktivitas kembali. Jika ia sudah lupa, jangan minta anak untuk mengingat-ingat kembali mimpi buruk itu. Apalagi menjadikan mimpi itu sebagai senjata supaya anak mau mandi, makan, memakai baju, dan lainnya. Jika anak terperangkap dalam khayalan seramnya,  tak mustahil ia akan menjadi sosok penakut yang berefek pada keinginan bereksplorasinya.

DAMPINGI ANAK TIDUR

Pada beberapa anak, bayang-bayang mimpi buruk akan membekas lebih dalam. Ini berarti kekhawatiran, ketakutan, dan kegelisahannya juga bertahan lebih lama. Untuk itu dibutuhkan beberapa usaha ekstra dari orangtua, seperti:

(Baca juga : Coba Cara Ini untuk Mengatasi Mimpi Buruk Anak)

Pendampingan

Lakukan pendampingan tanpa membuat anak menjadi tergantung. Saat akan tidur anak bisa saja ditemani sambil didongengi cerita yang indah dan riang supaya ketakutannya  teralihkan.  Hindari kisah seram atau sadis. Kancil yang terancam dimakan buaya termasuk dalam kategori sadis.

Suasana Nyaman

Lakukan pengondisian supaya anak merasa aman dan nyaman menjelang tidur. Bisa dengan menjauhkan anak dari benda-benda yang ditakutinya (boneka harimau yang besar), meredupkan lampu tetapi tidak menggelapkan ruangan, menciptakan suasana yang fresh di dalam kamar dengan dekorasi yang pas, tempat tidur yang bersih, dan membersihkan tubuh anak sebelum tidur.

Libatkan Ahli

Beberapa kasus mimpi buruk membutuhkan keterlibatan ahli untuk mengatasinya (umumnya mimpi yang dipicu oleh kejadian tragis dan traumatik). Dengan terapan ilmu psikologi, masalah mimpi buruk akibat pengalaman traumatis pada anak dapat terselesaikan. 

Reporter : Avrizella Quenda
Editor : Ipoel

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×