Cara Supaya Anak Mudah Menggunakan Sendok Garpu Saat Makan

Mengajarkan Anak Cara Menggunakan Sendok Garpu Saat Makan

Editor    : Ida Rosdalina

Tanggal : Kamis, 20 April 2017

Berbagi :

Nakita.id - Memberi batita Anda sebuah garpu atau sendok seperti memberikan kuas cat kepada seniman lukis yang jenius. Luar biasa menyenangkannya melihat mereka menggunakan alat makan tersebut, tapi jelas juga luar biasa berantakan.

Lalu, setelah anak dibiasakan menggunakan sendok saat makan siangnya, anak perlahan bisa makan dengan cara yang benar. Nah di sini ada cara-cara agar Ibu bisa efektif mengajarkan anak dalam menggunakan peralatan makan sendok garpu dengan baik.

Mulai Lebih Awal

Ada banyak metode untuk mengajarkan anak menggunakan perangkat makan. Barangkali anak sudah akrab dengan permainan pesawat terbang menggunakan sendok. Ibu mengeluarkan suara membuat seolah-olah sendok adalah pesawat yang membawa muatan terbang ke mulut anak. Jadi sendok bukan hal baru buat mereka. 

Triknya adalah memindahkan sendok dari tangan Ibu ke tangan mereka. Ini bisa dimulai ketika mereka mengenal kudapan, karena dasar untuk penggunaan alat-alat makan adalah konsep memindahkan makanan dari meja ke mulut. Berapa usia ideal? Bisa semuda anak berusia 6 bulan. 

(Baca juga : Yang harus Mama Lakukan Ketika Anak Susah Makan)

Pilih Peralatan Makan Anak Anda

Ada dua hal yang Ibu ingin: sepasang sendok yang bagus dan wadah makan anti-slip untuk menjaga makanan tetap di atas meja, bukan di bawahnya. Sendok-sendok yang digunakan harus cukup kecil agar muat di mulut anak. Mereka seharusnya cukup mudah untuk menggenggamnya dan cukup ringan untuk diangkat tanpa banyak usaha. 

Carilah piring-piring yang memiliki dasar silikon lengket. Atau Anda bisa perangkat makan lengkap dengan mangkuk sedotan untuk memastikan tak ada yang berpindah selain makanan. 

Hal terbaik tentang mengajarkan anak belajar makan dengan sendok garpu adalah bahwa ia memiliki waktu 3 kali sehari untuk berlatih. Berikut adalah cara yang dapat Ibu lakukan di rumah:

MAKANAN

Kuncinya adalah tidak memberikan anak makanan yang terlalu berair (sup) atau bentuknya terlalu bulat seperti kacang polong. Buatlah anak berlatih dengan memberikannya makanan yang mampu menempel cukup baik ketika disendok, misalnya seperti puding dan oatmeal.

(Baca juga : Jangan Lakukan Ini Saat Menyuapi Anak Makan)

DARI TANGAN IBU KE TANGAN ANAK

Pelatihan sendok awal adalah dengan menggunakan tangan anak yang paling dominan, pada umumnya yaitu tangan kanan. Ketika anak telah memegang sendok di tangan, Ibu bisa tempatkan makanan di atasnya. Kemudian, bantu ia meraup makanan dari mangkuk dan bimbing agar makanan yang telah berada di dalam sendok sampai ke mulutnya. Ibu mungkin harus melakukan ini beberapa kali sebelum anak menguasainya.

PAKAI 2 SENDOK

Setelah anak Anda memiliki sendok dan mangkuk sendiri, ia akan menghabiskan lebih banyak waktu mencoba untuk mendapatkan makanan lalu dimasukkan ke dalam mulutnya. Ini benar-benar normal. Ibu bisa meletakkan dua sendok, satu sendok untuknya dan satu sendok untuk Ibu menyuapinya jika anak belum mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya atau sendok yang ia pegang hanya digunakkan untuk membuat makanan berantakan.

Dengan begini anak mampu memahami cara menggunakan sendok. Saat anak dapat menggunakan sendok garpu lebih baik, Ibu bisa mengambil sendok kedua yang biasa Ibu gunakan untuk menyuapinya dan biarkan ia berlatih makan sendiri.

Baca juga : Santailah Saat Mengajarkan Anak Makan Sendiri)

GUNAKAN GARPU LEBIH SERING

Setelah anak Anda mampu menggunakan sendok saat makan, saatnya anak berlatih menggunakan garpu. Proses ini akan sedikit lebih mudah, tapi akan memerlukan beberapa perubahan terhadap bahan makanan. Ibu harus memilih makanan yang mudah ditusuk oleh garpu, misalnya chicken nugget yang telah dipotong kecil-kecil.

TIP AKHIR

Pahami bahwa proses belajar makan menggunakan sendok garpu pasti awalnya akan berantakan. Ini semua membutuhkan waktu, yang terpenting adalah Ibu dapat membimbingnya dan membuat hal ini adalah kegiatan yang menyenangkan untuknya. 

Sumber : fatherly

PENULIS

Avrizella Quenda