4 Cara untuk Bikin Bayi Belajar tentang Sebab-Akibat

  • Rabu, 19 April 2017 17:52 WIB

Mengasuh anak dengan memberi contoh akan lebih efektif. | TODAY'S PARENT

Nakita.id - Anda mengemudi terlalu cepat, lalu ditilang. Itu contoh sebab-akibat. Anda terlambat bekerja, lalu bos marah. Itu juga sebab-akibat. Jelas, bahwa hubungan antara aksi ini sangat penting, anak Anda perlu lebih cepat mengetahuinya. Ide sebab-akibat berkembang secara natural bagi kebanyakan anak, tapi masih ada cara di mana Ibu bisa membantunya.

Ada cara alamiah bagaimana anak-anak belajar tentang rantai kejadian. Ternyata pemahaman bahwa melakukan A bisa berakibat B terjadi sangat awal dalam kehidupan seorang anak dan berlanjut terus bahkan setelah mereka membuat banyak kesalahan. 

USIA 2 BULAN

Menurut para peneliti di UC Berkeley bayi-bayi sejak usia 2 bulan bisa menyusun ide umum. Saat diberi mainan yang akan bergerak jika ada tendangan kaki, bayi-bayi itu menendang lebih sering untuk membuat mainan itu bergerak. Ini menunjukkan mereka telah paham hukum sebab-akibat.

(Baca juga : Kiat Ajari Bayi Agar Mandiri)

USIA 3 BULAN

Pada usia sekitar 3 bulan, bayi mulai memahami bahwa ketika ia menangis atau tertawa, kedua orang tuanya akan merespons dengan berbagai cara. Seperti memasuki ruangan, menggendongnya atau tersenyum balik ke arahnya.

USIA 6 SAMPAI 12 BULAN

Setelah anak Ibu sedikit lebih tua, permainan sebab-akibat dapat berubah menjadi eksperimen. Di sini, bayi mulai memahami bahwa menekan tombol merah pada mainan dapat membuat suara-suara dan sebagainya. Bayi juga mengetahui bahwa ketika ia menjatuhkan sesuatu dari kursi tinggi, Ibu akan mengambilnya secara berulang kali.

(Baca juga : Yang Harus Mama Ajarkan Pada Bayi)

Sumber : ["fatherly"]

Reporter : Avrizella Quenda
Editor : Ida Rosdalina

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×