5 Manfaat Kesehatan Mengonsumsi Ayam untuk Bayi

  • Minggu, 16 Juli 2017 20:45 WIB

5 Manfaat Kesehatan Mengonsumsi Ayam untuk Bayi

Nakita.id - Buah dan sayuran sudah teruji baik dan menyehatkan bagi bayi. Tapi, beberapa orang tua non-vegetarian mungkin ingin mengenalkan bayi pada nutrisi dari ayam sedini mungkin.

Ayam memiliki beberapa manfaat gizi karena rendah lemak dan tinggi akan protein yang berguna bagi pembangunan anak-anak. Mengolah ayam juga terasa lebih mudah dan enak.

Kapan Bayi Bisa Makan Ayam?

Seorang bayi bisa mulai makan ayam dari bulan keenam, yaitu saat makanan padat diperkenalkan dalam makanannya selain ASI. Caranya? Mulailah dengan dua porsi bubur ayam per hari dengan masing-masing porsi tidak lebih dari dua sendok makan. Secara bertahap tingkatkan ukuran porsi.

(Baca juga : Hindari Memberi Makanan Hambar Pada Bayi)

Manfaat Kesehatan Ayam Bagi Bayi

  • Pertumbuhan otot yang sehat: 100 gr ayam mengandung 18,6 gr protein, yang terkonsentrasi selama proses memasak dan akan meningkat jumlahnya. Protein sangat penting untuk pertumbuhan bayi karena dapat membantu pertumbuhan otot.
  • Memperbaiki sistem peredaran darah: Ayam mengandung zat besi yang diperlukan untuk pertumbuhan sel darah merah. Hal ini kaya akan potassium, yang menjaga pembuluh darah dalam kondisi baik.
  • Baik untuk tulangnya: 100 gr ayam mengandung 15 mg kalsium dan 182 mg fosfor. Kedua mineral ini berperan penting dalam pembentukan tulang yang kuat.
  • Vitamin memfasilitasi perkembangan otak: Ayam kaya akan vitamin termasuk C dan A. Ayam juga mengandung vitamin B12, yang juga disebut cobalamin, yang penting untuk perkembangan otak pada bayi.
  • Mikronutrien untuk kekebalan tubuh yang sehat: Ayam mengandung zat gizi mikro seperti zinc dan magnesium, yang berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh.

Cara Memilih dan Menyimpan Ayam

(Baca juga : Hindari Mencairkan Bubur Bayi dengan Susu)

1. Beli ayam segar dari toko yang higienis, di mana ayam terlebih dahulu sudah dibersihkan dan berpakaian dengan baik. Setiap daging, termasuk ayam, rentan terhadap kontaminasi bakteri. Oleh karena itu, jangan pernah mengolah ayam dalam keadaan beku. Ini bisa mengandung patogen yang membahayakan bayi.

2. Pilih ayam organik segar, yang bebas dari antibiotik dan hormon. Jangan sekali-kali membeli ayam asin atau paket yang diproses dengan bahan pengawet.

3. Beli ayam dengan jumlah yang dibutuhkan untuk bayi. Jangan membekukan sisa ayam atau makanan bayi yang terbuat dari bahan ayam karena bakteri bisa menyebar dengan mudah di dalamnya.

Sumber : mom junction

Reporter : Avrizella Quenda
Editor : Ida Rosdalina

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×