5 Panduan Lengkap Merawat Bayi yang Baru Lahir

  • Jumat, 13 Oktober 2017 09:30 WIB

5 Perawatan Bayi Baru Lahir

Nakita.id - Bayi baru lahir memerlukan perawatan seksama. Perawatan bayi ini penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanannya.

Nah, apa saja bagian-bagian tubuh bayi yang memerlukan perawatan khusus, berikut 5 di antaranya: 

1. PERAWATAN MATA 

Tak usah cemas jika tiap kali bangun tidur, kita menjumpai ada kotoran mata karena hal itu wajar terjadi pada bayi.

Soalnya, pada bayi kadang saluran air mata yang menghubungkan mata dan hidung belum terbuka sepenuhnya, hingga belum berfungsi sempurna.

Akibatnya, air mata bayi akan bertumpuk dan kelihatan berlebih sebagai belek. Sementara benda asing/debu yang ikut tertangkap dan tak keluar, akan lewat hidung menjadi kotoran hidung.

Baru perlu dicurigai sebagai peradangan yang harus segera dikonsultasikan ke dokter anak untuk pemeriksaan lebih saksama, kalau kotoran tersebut berlebihan dan diikuti pembengkakan kelopak mata atas dan bawah bayi.

Selain, bagian bola mata bayi terlihat merah ada pembuluh-pembuluh darah.

Perawatan: 

Untuk membersihkannya, ambil kapas basah (pakai air matang) yang bersih untuk masing-masing mata, lalu lap dengan lembut dari batang hidung ke arah tengah. Perawatannya mudah, kan? 

(Baca juga : Catat. Ini 4 Perawatan Penting Bayi Baru Lahir)

2. PERAWATAN KULIT KEPALA

Pada sebagian bayi, di kulit kepalanya terdapat kerak yang oleh awam disebut sarap, sumbukan, sawan, ataupun ketombe.

Dalam dunia medis dinamakan dermatitis seboroik, yakni peradangan pada daerah yang kaya akan sebasea (kelenjar minyak atau kelenjar lemak kulit).

Jadi, pada dasarnya merupakan disfungsi atau gangguan fungsi kelenjar minyak pada rambut.

Bayi baru lahir memiliki banyak kelenjar minyak dengan pengeluaran sebum (bahan seperti minyak atau kelenjar lemak) yang banyak.

Nah, aktivitas kelenjar minyak ini dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Salah satunya ialah hormon kehamilan atau hormon androgen pada bayi dari sang ibu, yang diperoleh melalui plasenta ketika masih di rahim dan kadarnya masih meninggi sampai si bayi lahir.

Perawatan: 

Bersihkan kulit kepala si kecil dengan air matang setelah sebelumnya diberi obat dari dokter. Tak perlu keras-keras karena dengan obat tersebut, keraknya akan lepas sendiri. Boleh juga gunakan baby oil.

Caranya, diamkan kepala bayi yang telah diolesi baby oil  kira-kira selama 10-15 menit, lalu pijat secara lembut, dilanjutkan dengan pencucian.

Tapi ingat, jangan lakukan pijatan atau pembersihan dengan keras. Jika kulit kepala bayi sampai berdarah dan infeksi, bisa berbahaya akibatnya. Sebab, ada peredaran darah di kepala yang menyambung dengan otak.

Untuk pencegahan, usahakan jaga agar kulit kepala bayi tetap sejuk dan kering.

Kerak ini akan makin parah jika kulit kepala berkeringat. Jangan kenakan topi pada bayi kecuali jika sangat diperlukan dan lepaskan topi itu setelah si kecil berada di rumah atau kendaraan.

(Baca juga : Bayi Baru Lahir Disebut Normal Jika Memiliki Tanda Ini)

3. PERAWATAN KUKU BAYI 

Saat lahir, kuku bayi normal mencapai ujung jarinya, amat lembut dan mudah rusak jika memegang sesuatu yang agak kasar. Namun kuku akan menjadi keras dalam waktu 2-3 hari.

Kuku-kuku jari bayi baru lahir boleh digunting. Lakukan secara hati-hati, jangan sampai kulitnya ikut tergunting.

Setelah digunting, kuku-kuku nayi itu harus pula dikikir. Bila tidak, kuku-kuku bayi akan tetap tajam dan bisa melukai kulit muka atau kornea matanya. Ingat, bayi selalu menggunakan tangannya untuk menyentuh apa saja.

Perawatan: 

Untuk mencegah kuku-kuku bayi menggores bagian-bagian yang membahayakan, tutuplah dengan sarung tangan saat bayi sedang tak diawasi.

Selama bayi dalam pengawasan, tangannya tak usah diberi sarung. Sebab, tangan merupakan bagian dari indera perabaan yang harus dikembangkan.

Apalagi bayi baru lahir mulai mengenal dunianya lewat sentuhan. Jadi, pegang saja tangan bayi dengan lembut saat mau mencakar bagian tubuhnya sendiri. 

Tentunya, menggunting kuku bayi tak bisa disamakan dengan menggunting kuku anak batita atau prasekolah. Yang membuatnya berbeda, bayi belum bisa diajak bekerjasama.

Gunting kuku khusus bayi bisa mempermudah acara menggunting kuku. Bentuknya khas; agak bengkok di bagian tengahnya, bila dipepetkan pada kuku bayi, masih meninggalkan sisa kuku yang tak tergunting.

Kalau perlu kukunya dikikir setelah digunting untuk lebih memperhalus bagian ujungnya.

Pengguntingan kuku bayi dapat juga dilakukan saat ia tidur atau kala terbangun. Minta bantuan seseorang untuk memegangi bayi selama kita menggunting kuku-kukunya.

(Baca juga : Bayi Baru Lahir Tidur Terus, Normalkah)

4. PERAWATAN BOKONG

Pada bulan-bulan pertama, bayi lelaki maupun perempuan sering mengalami ruam popok di bokong atau selangkangannya. Keluhan ini muncul karena bayi basah akibat ngompol tapi tak segera diganti, hingga timbul iritasi.

Boleh saja pakai diapers tapi harus perhatikan betul. Jika basah segera ganti dan biarkan sesaat kulit bayi "bernapas" terkena udara segar.

Agar terhindar dari iritasi, segera bersihkan bokong bayi begitu habis BAK.

Gunakan sedikit air untuk membasuh atau kapas basah supaya garam-garam dari urin tak menempel, lalu keringkan.

Jangan langsung menaburi bedak tanpa membersihkan bekas urin terlebih dulu karena taburan bedak malah akan menyerap bekas urin lalu menempel lebih lama di kulit.

Pastikan pula popok dan keperluan bayi lainnya dicuci dengan sabun lembut namun ampuh untuk menyingkirkan bekas-bekas urin.

5. PERAWATAN HIDUNG

Sebenarnya, hidung tidak memerlukan perawatan khusus. Soalnya, bagian dalam hidung punya daya pembersih sendiri. Jika ada cairan atau kotoran yang keluar, bersihkan saja bagian luarnya.

Jangan gunakan pentolan kapas, tisu yang dipilin kecil atau malah jari tangan kita untuk mengeluarkan kotoran dari dalam hidung. Sebab, hanya akan mendorong kotoran itu lebih jauh ke dalam atau bahkan menggores membran pembatas hidung bayi yang masih peka.

Sementara, mengisap lendir ingus dari hidung bayi langsung dengan mulut ibu sebenarnya kebiasaan yang kurang baik dan tak bisa dibenarkan karena hanya akan memindahkan penyakit dari si ibu ke bayinya.

Lebih baik gunakan penghisap lendir/aspirator yang banyak dijual di toko-toko khusus yang menyediakan keperluan ibu dan bayi. 

Reporter : Tabloid Nakita
Editor : Ipoel

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×