Bahaya Stres Pada Bayi dan Cara Mencegahnya

Hati-hati, Bayi juga Bisa Stres

Editor    : Saeful Imam

Tanggal : Kamis, 20 April 2017

Berbagi :

Nakita.id - Membayangkan rutinitas bayi seolah mendambakan kehidupan nyaman bebas stres. Lihat saja bagaimana tawa riang si kecil, juga saat dia terlelap di dalam buaian. Apalagi rutinitas bayi hanya bermain, makan, dan tidur. Tapi, pendapat di atas tampaknya tidak sepenuhnya benar. Seperti halnya orang dewasa, bayi juga bisa stres. Celakanya lagi, kondisi stres dapat menghambat tumbuh kembang si kecil. 

Apa yang Menjadi Penyebab Stres Pada Bayi?

Seorang bayi belajar begitu banyak hal. Ia belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim. Otaknya tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat. Kemudian, secara perlahan-lahan bayi belajar mengatur emosional dan penyesuaian hormon. Saat sedang ketakutan, sakit, lapar, kelelahan, atau kesepian dapat memicu stres pada bayi.

(Baca juga : Yuk Bantu Perkembangan Emosi Bayi)

Ketika bayi muda dibiarkan menangis, dan kemudian tiba-tiba menjadi diam, tandanya bayi sedang beristirahat untuk menghemat energi, sementara hormon stres terus diproduksi. Jadi, orangtua dianjurkan untuk bersikap merespons tangisan bayi dengan cepat, apalagi bila ia menangis karena memang sedang tidak nyaman. 

Meski begitu, tidak semua tangisan sebagai pertanda ia mengalami stres.Sebagai contoh ketika bayi menangis saat akan mulai diberi makan bukanlah pemicu stres pada bayi. Menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Ketika ia mulai menangis atau rewel, bayi membiarkan Ibu tahu jika ia membutuhkan sesuatu. Jangan berpikir bahwa setiap bayi menangis adalah tanda berbahaya, ingat bahwa ini adalah bagaimana cara ia berkomunikasi dengan Ibu. Seperti diungkap di atas, waspadai tangisan saat ia merasa cemas, lelah, lapar, dan tak mau ditinggal sendiri. 

Mengapa Stres Berbahaya bagi Bayi?

Stres sangat berbahaya bagi bayi karena akan berdampak pada perkembangan otak, pertumbuhan, dan pengaturan emosional di masa depan. Kortisol, hormon stres, dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otak bayi. Stres berkepanjangan dapat berdampak seumur hidup.

(Baca juga : 6 Rutinitas yang Membantu Bayi Merasa Nyaman)

Bagaimana Ibu dapat Mencegah Stres Pada Bayi?

Salah satu hal yang paling penting Ibu lakukan untuk membantu si kecil terhindar dari stres adalah dengan menciptakan ikatan yang aman. Satu studi menemukan, 40% dari anak-anak di Amerika tidak memiliki ikatan yang aman.

Sementara setiap anak memiliki temperamen yang unik, ada banyak hal yang orangtua dapat lakukan untuk mencegah stres pada bayi. Bantu menciptakan ikatan yang aman dan mencegah stres dengan:

(Baca juga : Pijat Bikin Bayi Lebih Sehat)

  1. Memberikan sentuhan perawatan
  2. Menyusui, atau  menyusui melalui botol dengan perhatian dan fokus
  3. Menjawab tangisan bayi
  4. Mengikuti isyarat bayi
  5. Berlatih menggunakan ’babywearing’ atau gendongan
  6. Dukungan tidur di malam hari dan pengasuhan malam hari
  7. Melihat tanda-tanda rangsangan yang berlebihan dan menyesuaikan lingkungan atau kegiatan bayi yang diperlukan. Hindari stimulasi terlalu berlebihan.
  8. Sadar dengan suasana hati Ibu dan bagaimana hal itu bisa mempengaruhi perawatan yang Anda berikan, jika Ibu sedang stres, temukan cara untuk meredamnya.

Pengalaman bayi pada tahun pertama kehidupan memiliki dampak besar pada masa depannya. Dengan memenuhi kebutuhan dan meresponsnya saat ia menangis, ayah dan ibu membantu anak merasa aman. Ketika seorang anak mampu mengembangkan pengaturan emosional yang sehat, itu akan membantunya terhindar dari stres.

 

Sumber : bellybelly

PENULIS

Avrizella Quenda