Hindari Mencairkan Bubur Bayi dengan Susu

Hindari Mencairkan Bubur Bayi dengan Susu

Editor    : Dini

Tanggal : Sabtu, 18 Maret 2017

Berbagi :

Nakita.id - Bayi biasanya dilahirkan dengan cadangan zat besi, yang akan habis dalam sekitar 4-6 bulan kehidupannya. Namun jika bayi lahir prematur, atau lahir dengan berat badan rendah, atau Ibu mengidap diabetes, bayi mungkin akan lahir dengan cadangan zat besi yang rendah. 

Selain dari cadangan, bayi juga akan mendapatkan zat besi dari ASI atau susu formula selama enam bulan pertama kehidupannya. ASI sebenarnya tidak mengandung banyak zat besi, namun bayi sangat efisien dalam menyerap kandungan zat besi dalam ASI. 

Nah, pada usia 6 bulan, cadangan zat besi pada bayi akan terkuras. Pada usia 6-12 bulan, bayi perlu mengonsumsi sekitar sekitar 11 mg per hari. Jika bayi kebanyakan hanya mengonsumsi ASI, dan tidak makan bubur bayi yang difortifikasi dengan zat besi setiap hari, ia bisa mengalami kekurangan zat besi.

Kalaupun bayi tak suka sereal atau bubur bayi, Ibu bisa menambahkan zat besi dalam MPASI melalui bahan makanan lain agar kebutuhan zat besi pada bayi terpenuhiBerikut cara menambah zat besi dalam MPASI seperti yang disarankan ahli nutrisi Alice Callahan dalam bukunya, The Science of Mom:

1. Pilih bubur bayi yang diperkaya dengan zat besi. Produk makanan bayi yang banyak tersedia di pasaran, seperti biskuit dan bubur bayi dari merek Sun, Milna, Promina, Cerelac, atau Farley's, kebanyakan sudah diperkaya dengan zat besi. Baca label kemasannya, dan pilih yang menyediakan paling tidak 45% dari asupan harian zat besi. Gunakan air putih untuk mencairkan bubur bayi tersebut, bukan susu, untuk mencegah susu menghambat penyerapan zat besi.

2. Campur bubur bayi tersebut dengan masakan Ibu. Jika Ibu biasa memasak MPASI sendiri, coba campurkan bubur bayi tersebut ke dalam masakan Ibu. Dengan demikian, Ibu bisa menambah kebutuhan zat besi si kecil dengan cara yang praktis. Misalnya, membuatnya jadi bahan pancake dengan tambahan buah-buahan. Ibu bisa mencari resep-resep MPASI yang memanfaatkan bubur bayi untuk menciptakan rasa manis atau gurih.

3. Tambahkan sumber vitamin C. Beberapa studi menunjukkan bahwa menambahkan vitamin C ke dalam MPASI bisa melipatgandakan penyerapan zat besinya. Pilih buah-buahan yang kaya vitamin C seperti strawberry, jeruk, pisang, buah kiwi, juga sayuran seperti brokoli dan kentang.

4. Batasi mencampur susu dengan MPASI. Ini trik menambah zat besi dalam MPASI yang jarang terungkap. Kandungan kalsium dalam susu dapat menghambat penyerapan zat besi dari bahan makanan yang dikonsumsi bayi. Tambah asupan kalsiumnya melalui cemilannya, seperti keju atau yogurt. Dengan demikian, asupan zat besinya tetap terpenuhi. Selain itu, hindari memberikan susu sapi segar sebelum bayi berusia 1 tahun.

5. Kenalkan variasi makanan yang kaya zat besi, seperti biji-bijian (kacang hijau, kacang merah), daging sapi, kacang-kacangan (kapri, telur, hati ayam, ikan (sarden, makarel), dan sayuran (bayam, tomat, labu, daun singkong). Bahan makanan alami jauh lebih baik daripada makanan instan, meskipun jumlah zat besinya tidak sebanyak makanan yang sudah difortifikasi dengan zat besi.

Mudah bukan, menambah asupan zat besi dalam MPASI? Selamat mencoba ya, Bu.

Sumber : science of mom

PENULIS

Dini Felicitas

Confident is silent. Insecurities are loud.