Kapan Bakteri Mulai Melindungi Bayi, Saat Lahir atau Sejak di Kandungan?

Kapan Bakteri Mulai Melindungi Bayi, Saat Lahir atau Sejak di Kandungan?

Editor    : Ida Rosdalina

Tanggal : Senin, 20 Maret 2017

Berbagi :

Nakita.Id - Bayi-bayi terlahir penuh kuman. Ini fakta bagus. Mikrobiome-mikrobiome (mikroba seperti bakteri yang ada pada dan dalam diri kita) dikenal sebagai penjaga kesehatan yang mumpuni meski berukuran sangat mungil.

Begitu pentingnya tugas mikrobiome ini hingga banyak ilmuwan yang berusaha mencari jawaban atas pertanyaan: Bagaimana dan sejak kapan mikroba-mikroba itu ada pada bayi?

Beberapa peneliti menduga mikroba-mikroba itu dikirim lewat proses kelahiran. Perjalanan melalui saluran kelahiran memungkinkan bayi terpapar bakteri dari ibu. Sementara itu beberapa bukti menunjukkan bedah sesar kemungkinan memberikan jenis bakteri yang berbeda, setidaknya setelah kelahiran.

Temuan perbedaan-perbedaan itu kini tengah diujicoba dengan praktik penyemaian bakteri yang ada di cairan vagina ibu pada bayi yang baru lahir dengan proses sesar. Tujuannya adalah agar bayi dengan kelahiran sesar memiliki mikroba-mikroba serupa dengan bayi kelahiran normal.

Baca juga: Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Meski praktik semacam ini diminati para orangtua, banyak peneliti yang tak sependapat. Mereka tidak sepakat tentang bagaimana atau bahkan jenis kelahiran apa yang mempengaruhi mikrobiome. “Masih gelap,” kata dokter kebidanan dan kandungan Kjersti Aagaard dari Baylor College of Medicine di Houston.

NORMAL ATAU SESAR SAMA SAJA?

Belum ada bukti yang secara jelas membedakan efek-efek proses sesar itu sendiri dari efek penyakit dan kondisi tertentu yang mengharuskan proses sesar dilakukan, seperti diabetes kehamilan atau obesitas, kata Kjersti.  Ia dan rekan-rekannya mengamati mikrobiome dari 81 wanita hamil. Kemudian, para peneliti menambahkan kelompok kedua sebanyak 82 perempuan yang mikrobiomenya dievaluasi pada kelahiran anak-anak mereka.

Bayi-bayi yang dilahirkan secara sesar memiliki mikrobiome mulut, hidung, dan kulit yang berbeda daripada bayi yang dilahirkan secara normal. Satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa bayi-bayi ini ditangani secara berbeda setelah kelahiran, kata Kjersti.  Namun, empat hingga enam minggu kemudian, perbedaan itu sebagian besar lenyap, kata Kjersti.

Mikroba-mikroba yang hidup di dalam dan luar tubuh bayi baik yang dilahirkan secara normal maupun sesar nyaris tidak bisa dibedakan. Laporan tentang hal ini diterbitkan dalam Nature Medicine edisi online 23 Januari.

Baca juga: Jangan Kaget, Begini Perilaku Bayi Baru Lahir

TEMUAN DI PLASENTA

Dilihat dari tempat hidupnya, populasi mikroba ini menunjukkan identitas yang berbeda saat satu bulan setelah kelahiran. Contohnya, kumpulan mikroba yang bermukim di hidung mudah dibedakan dari yang hidup di usus. Menurut Kjersti, perbedaan wilayah hidup ini merupakan tanda-tanda mikroba sudah mencapai tahap dewasa.

Jika jenis kelahiran tidak menjadi salah satu pembentuk utama mikrobiome, lalu bagaimana dan kapan mikroba masuk ke bayi? Ada kemungkinan, mikroba dari ibu mencapai janin di masa kehamilan. Kjersti dan rekan telah menemukan bukti adanya mikroba dalam plasenta dari ibu. Mereka sedang mempelajari apakah mikroba-mikroba ini bergerak melalui plasenta dari ibu ke bayi. Jika benar begitu, bayi-bayi ini telah menemui para penjaga kesehatan mereka sebelum hari kelahiran.

Sumber : sciencenews.org

PENULIS

Avrizella Quenda