Risiko Jika Ibu Tak Punya "Me Time"

  • Kamis, 25 Februari 2016 17:20 WIB

Risiko Jika Ibu Tak Punya "Me Time"

Tabloid-Nakita.com - Menjadi ibu rumah tangga memang pilihan seorang ibu. Dalam praktiknya, tugas ibu rumah tangga tidak hanya mengurus suami dan anak-anak, tetapi juga bertanggungjawab atas segala urusan rumah tangga.

Seorang ibu rumah tangga bisa dikatakan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, menghadapi anak-anak dengan segala problematikanya. Belum lagi rutinitas pekerjaan rumah tangga yang tiada habisnya. Mama terlalu sibuk mengurusi rumah sehingga tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Padahal, ada risiko bila Mama tak punya me time.

Baca: 4 Cara Mama Mendapatkan "Me Time"

 

1. Memendam depresi
Mama yang tak memiliki waktu bagi dirinya sendiri mungkin nampak baik-baik saja dari luar. Padahal, sebenarnya Mama mungkin memendam depresi yang bisa saja meledak sewaktu-waktu. Bila Mama tidak bisa menyalurkan keinginan-keinginannya, besar kemungkinan Mama menjadi stres.

2. Menyesal menikah
Mama bisa saja merasa menyesal menikah karena ia merasa diperlakukan tidak adil oleh suami dan anak-anaknya. Ia merasa tidak puas meski sang suami memenuhi segala keinginannya, seperti diberi rumah, perhiasan, atau yang lainnya. Karena, sepanjang pernikahan ia merasa kehilangan dirinya sendiri.

3. Melampiaskan kemarahan pada anak
Mama yang tak memiliki waktu untuk dirinya sendiri selama pernikahan biasanya akan melampiaskan kemarahan pada anak-anak. Ia bisa saja menuduh bahwa anak-anaklah yang menyebabkan ketidakbahagiaan hidupnya.

4. Sering menggerutu ke suami
Jangan heran bila Mama jadi sering menggerutu atau mengomel ke suami. Hal ini karena ada suatu ketidakpuasan yang sedang dipendamnya. Karena itu, demi kesejahteraan rumah tangga, diperlukan pengertian Papa untuk membebaskan Mama dari tugas-tugas kerumahtanggaan dan pengasuhan anak. Bagaimana pun, mengurus rumah tangga merupakan tanggungjawab suami-istri kan?

Tidak main-main bukan, risiko jika Mama tak punya me time? Agar  bisa menikmati me time, sebaiknya Mama bernegosiasi dengan Papa guna menghindari perselisihan atau merasa diberatkan.

(Ajeng/Sayangianak)

Reporter : Ajeng
Editor : Ajeng

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×