Selama Hamil Sering Mengonsumsi Ikan? Ini Manfaat Tak Terduga yang Terjadi Pada Anak

  • Senin, 19 Juni 2017 14:45 WIB

Selama Hamil Sering Mengonsumsi Makanan Kaya Omega 3? Ini Manfaat Tak Terduga yang Terjadi Pada Anak

Nakita.id - Ibu hamil atau menyusui harus memasukkan menu makanan yang mengandung omega 3, seperti ikan, karena dapat menurunkan risiko anak terkena diabetes tipe 1. Penelitian baru yang dipublikasikan di Diabetologia (jurnal European Association for the Study of Diabetes) menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh ganda Omega 3 (PUFA), yang diturunkan terutama dari ikan dalam makanan ibu selama kehamilan atau menyusui, dapat membantu melindungi bayi dengan risiko tinggi diabetes tipe 1 (T1D).

Ini berarti, meningkatkan asupan asam lemak yang diturunkan dari ikan dan durasi pemberian ASI mungkin memiliki efek menguntungkan dengan mengurangi respons autoimun yang menyebabkan T1D.

(Baca juga : Makanan yang Harus Dihindari Saat Hamil Muda)

Lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia terkena T1D atau penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan beralih ke tubuh dan menghancurkan sel beta penghasil insulin di pankreas. Proses penyakit subklinis dapat dideteksi pada seseorang tanpa gejala dengan mengidentifikasi autoantibodi yang berkembang pada masa bayi atau masa kanak-kanak.

Asam lemak telah terbukti dapat mengubah sistem kekebalan tubuh dan reaksi inflamasi dan mungkin berperan dalam pengembangan autoantibodi terkait diabetes tipe 1.

Dalam studi baru ini, Dr Sari Niinisto di Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Nasional, Helsinki, Finlandia dan rekan-rekannya menyelidiki apakah kadar asam lemak serum selama masa bayi terkait dengan perkembangan autoimunitas anak. Secara khusus, mereka melihat apakah kadar Omega 3 PUFA yang sangat tinggi mengurangi risiko respons autoimun yang terkait dengan penyakit klinis.

(Baca juga : Ibu, Ini Makanan Wajib Agar Kehamilan Sehat di Trimester Pertama)

Tim peneliti juga menilai kasus positif ini untuk tanda-tanda awal insulin dan autoantibodi glutamat acid desarboxylase (GAD), keduanya terkait erat dengan perkembangan diabetes tipe 1.

Hasil menunjukkan bahwa kadar asam lemak ikan yang tinggi berasal dari asam docosahexaenoic; DHA dan docosapentaenoic acid; DPA dikaitkan dengan risiko autoimunitas awal (insulin) yang lebih rendah. Namun, kadar asam alfa-linolenat (ALA) serum tinggi dan rasio asam arachidonat (AA) tinggi, DHA dan omega 6, omega 3 PUFA dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi.

Para peneliti juga menemukan bahwa status asam lemak pada bayi sangat mencerminkan jenis pemberian susu. Bayi yang disusui memiliki kadar asam lemak serum yang lebih tinggi (misalnya, pentadecanoic, palmitic, DPA, dan DHA) yang terkait dengan risiko rendah terkait autoimunitas atau diabetes tipe 1 dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI. Kuantitas ASI yang dikonsumsi lebih banyak juga dapat mengurangi risikonya, sedangkan jumlah susu formula berbasis susu sapi dikaitkan dengan risiko lebih tinggi untuk mengembangkan autoimunitas-autoimunitas sebelumnya (insulin).

Sumber : hindustantimes.com

Reporter : Avrizella Quenda
Editor : Saeful Imam

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×