Pekan Peduli Hepatitis B (4—20 September) : Ingin Merencanakan Kehamilan? Jangan Lupa Vaksinasi Hepatitis B Dulu.

  • Selasa, 19 September 2017 18:15 WIB

Hepatitis B dapat menurun dari ibu ke bayi di dalam kandungan. Bayi yang waktu lahir terpapar virus, pada masa tumbuh kembangnya dapat mengalami kerusakan lever. | Thinkstock

Nakita.id.- Dalam rangka Pekan Peduli Hepatitis B (4—20 September), perlu diingatkan kembali bahwa  hepatitis B masuk dalam kelompok hepatitis virus kronis yang dapat menyebabkan sirosis atau pengerasan hati dan kanker hepar dalam jangka panjang.

Baca juga: 4 Imunisasi Yang Disarankan Sebelum Hamil

Sekitar dua miliar penduduk dunia pernah terinfeksi virus ini dan 360 juta orang di antaranya terinfeksi kronis yang berpotensi menjadi sirosis. Angka kematian akibat penyakit ini pun cukup tinggi, sebesar 250.000 jiwa per tahun.

Sudah begitu, penyakit ini tidak memiliki gejala khas, sementara penularan terjadi  melalui cairan tubuh, misalnya lewat penggunaan jarum injeksi yang tidak steril, hubungan seks, dan transmisi dari ibu ke bayi di dalam kandungan. Bayi yang waktu lahir terpapar virus, pada masa tumbuh kembangnya dapat mengalami kerusakan lever.

Itu sebab, Ibu dianjurkan melakukan vaksinasi hepatitis B sebelum hamil. Apalagi jika Ibu tergolong berisiko tinggi, semisal pekerja kesehatan yang sering bekerja dengan jarum suntik atau Ibu sehat tetapi suami mengidap Hepatitis B. Mintalah kepada dokter untuk memeriksa, apakah di dalam tubuh Ibu terdapat virus jahat itu.

Baca juga: Ibu Hamil Jangan Lupa Imunisasi Ini Demi Kebaikan Janin

TIGA KALI VAKSINASI

Bagi Ibu yang berisiko tinggi akan mendapatkan vaksin hepatitis B yang terbuat dari antigen virus rekombinan inaktif lewat suntikan intramuskular (melalui otot).

Vaksinasi dilakukan tiga kali dengan jangka waktu satu bulan antara suntikan pertama dan kedua, kemudian lima atau enam bulan dari suntikan kedua ke suntikan ketiga. Dua dosis pertama untuk membentuk antibodi dan yang ketiga untuk meningkatkan kadar antibodi.

Lakukan vaksinasi dalam keadaan sehat bugar 100% dan tidak terindikasi sudah mengidap virus hepaititis B.  Bila dalam pemeriksaan sebelumnya HBsAg (Hepatitis B surface Antigen, yaitu antigen hepatitis B permukaan yang pertama muncul setelah infeksi) Ibu dinyatakan positif, artinya mungkin Ibu  telah menderita hepatitis B, sehingga didiskualifikasi dalam pemberian vaksin. Ibu yang sedang tertular virus jenis lain, semisal flu, juga dilarang dulu untuk vaksinasi sampai kembali sehat.

Sumber : Tabloid Nakita

Reporter : Nur Ayu Kartikasari
Editor : Santi Hartono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×