Perbaiki Kebiasaan Tidur Suami Agar Istri Cepat Hamil

  • Selasa, 10 Januari 2017 10:30 WIB

Kebiasaan tidur tidak teratur pada pria bisa mengurangi peluang hamil. | THE GLOSS

Nakita.id - Mama dan Papa sudah beberapa lama mencoba untuk hamil, tapi belum berhasil juga? Nah, coba juga kondisi kesehatan Papa. Karena, penyebab sulit hamil bisa berasal dari pihak perempuan maupun laki-laki. Dari laki-laki, misalnya, karena pola tidurnya yang buruk.

Baca: Sperma Memancar Kencang Tak Berarti Subur

Pria yang kurang tidur atau justru terlalu banyak tidur, ternyata dapat mengurangi peluang untuk hamil hingga 42% dalam periode 12 bulan, demikian menurut data yang dipresentasikan dalam konferensi tahunan American Society for Reproductive Medicine. Pria yang tidur 8 jam setiap malam memiliki tingkat kehamilan tertinggi pada pasangannya.

"Hasil temuan kami mengungkapkan, ada kemungkinan kesuburan pria dapat ditambahkan pada daftar kualitas kesehatan yang dikaitkan dengan tidur yang cukup," kata Lauren Wise, profesor di Departemen Epidemiologi, Boston University’s School of Public Health.

Baca juga: Mau Tahu, Tanda-tanda Kesuburan pada Pria?

Barangkali, ini menjadi berita baru buat Mama. Tetapi, ini memang studi pertama yang mencatat lama tidur pria dan secara prospektif mengukur bagaimana lama tidur itu bisa memengaruhi kemampuan pria untuk membuat pasangannya hamil, lanjutnya.

Sebelumnya, peneliti mengobservasi 790 pasangan responden yang merencanakan kehamilan dari 50 negara bagian di Amerika, dan 10 provinsi di Canada, selama satu tahun. Pria yang tidur kurang dari 6 jam semalam, atau 9 jam, atau lebih dari 9 jam, 42% lebih sedikit kemungkinannya untuk membuat pasangan hamil, dibandingkan dengan pria yang tidur 8 jam sehari.

Baca: Kapan Pria Sebaiknya Menjalani Tes Kesuburan?

Wise menduga, ada masalah kesehatan yang mendasar, atau kondisi medis yang memengaruhi kualitas tidur dan kesuburan. Selain masalah kesuburan, para responden juga ditanya tentang kebiasaan tidur, merokok, minum alkohol, tingkat stres, aktivitas fisik, apakah pihak pria sudah pernah memiliki anak, dan seberapa sering pasangan berhubungan seks. Dari berbagai variabel itu ternyata ditemukan hubungan antara kebiasaan tidur pria dan peluangnya untuk mempunyai anak.

Pria butuh tidur untuk memproduksi testosteron
Tim peneliti menduga, kebiasaan tidur pria yang memengaruhi kesuburan ada kaitannya dengan kadar testosteron. Hormon tersebut memang diketahui memainkan peran penting dalam proses reproduksi. Sudah banyak dibahas juga bahwa mayoritas hormon testosteron diproduksi ketika pria tidur.

Sumber : ["Huffington Post"]

Reporter : Dini Felicitas
Editor : Dini Felicitas

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×