Anak Pendek? Ini yang Bisa Dilakukan

By Gisela Niken, Jumat, 27 Januari 2017 | 05:33 WIB
Orangtua pendek apakah anak bisa tinggi? Bisa saja lo, Mam (Foto: Abboy Nutrition) (Gisela Niken)

Nakita.id – Masalah anak bertubuh pendek ternyata perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebuah riset Pemantauan Status Gizi 2015 yang dilakukan di 496 kabupaten dan kota di Indonesia menunjukkan sebanyak 29,9% anak balita mengalami stunting. Stunting sendiri merupakan masalah kesehatan yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam kurun waktu tertentu, sehingga postur tubuh anak tidak meningkat secara normal sesuai usia alias pendek.

Baca juga: Masalah anak pendek

Ada banyak dampak buruk yang perlu diwaspadai jika anak bertubuh pendek. Menurut Repositioning Nutrition as Central to Development, sebuah studi yang dilakukan oleh World Bank, stunting di masa kanak-kanak akan menurunkan produktivitas di masa mendatang. Selain itu, kurangnya asupan gizi juga berpengaruh pada perkembangan otak anak. Lalu, apa yang perlu Ibu lakukan jika si kecil berpostur pendek?

Ternyata, Ibu masih bisa membantu si kecil untuk menambah tingginya apalagi  sebelum usianya mencapai 5 tahun. Menurut Dr. Marudut, B.Sc. MPS, ahli gizi sekaligus dosen di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta, pola gizi seimbang dapat membantu mengatasi anak yang bertubuh pendek. “Tubuh pendek di usia lima tahun masih sangat mungkin dikoreksi. Tubuh anak pendek disebabkan oleh kurangnya pola gizi seimbang. Untuk mengatasinya, tentu perlu pola gizi yang seimbang,” ujarnya di sela-sela Diskusi Cerdas Frisian Flag Indonesia dengan tema “Resolusi untuk Keluarga Sehat Indonesia” di Jakarta pada Kamis (26/1).

Baca juga: Orangtuanya tinggi, kok anaknya pendek?

Seperti apa pola gizi seimbang? Ibu perlu memastikan si Kecil mengonsumsi makanan yang beragam. Jangan biasakan anak mengonsumsi makanan yang itu-itu saja. Meskipun makanan yang dikonsumsi sudah bergizi, anak juga butuh asupan gizi dari berbagai macam makanan. Sebuah studi yang dilakukan Persatuan Ahli Gizi Indonesia pada 2013 menunjukkan anak Indonesia mengalami kekurangan asupan kalsium dan protein yang berujung pada masalah stunting.  Pastikan anak mendapatkan asupan kalsium dan protein yang didapatkan dari telur dan susu. Tidak hanya asupan gizinya saja, aktivitas fisik juga dibutuhkan untuk mengatasi masalah anak bertubuh pendek. 

Jadi, pastikan Ibu memantau tumbuh kembang anak agar bisa mendeteksi jika ada masalah tumbuh kembang seperti tinggi badan yang tidak normal.