Cara-cara Kece Mengurangi Beban Tas Sekolah Anak

By Maharani Wibowo, Sabtu, 4 Februari 2017 | 04:00 WIB
SCOOP NEST (Dini Felicitas)

Nakita.id - Buah hati Ibu makin aktif di sekolah? Ibu tentu senang, karena itu artinya semakin banyak hal baru yang dipelajari anak. Namun di balik hal yang menyenangkan, ada faktor lain yang bikin hati Ibu miris. Yaitu, banyaknya bekal, peralatan bermain, atau buku bacaan yang harus dia angkat di pundaknya. Apalagi berbagai macam artikel sudah sering mengulas, betapa bahayanya tas sekolah anak yang terlalu berat bagi kesehatan buah hati kita.

Ibu lantas langsung mencari solusinya. Mengurangi isi tasnya jelas tidak mungkin lantaran benda-benda tersebut dibutuhkan selama proses bermain dan belajar berlangsung. Ternyata ada cara-cara yang lebih kece dan bisa Ibu terapkan untuk mengurangi beban tas sekolah anak. Ini dia triknya:

1. Belikan mereka tas ransel yang memiliki bantalan empuk terutama di bahu dan punggung. Bantalan ini untuk mengurangi risiko cedera pada bahu dan punggung anak. Pastikan juga ransel dilengkapi tali pinggang agar posisi tas tetap dekat dengan punggung anak.

2. Manfaatkan kompartemen yang ada di dalam tas untuk menaruh buku, tempat minum, tempat makan, alat tulis, tisu, dan sebagainya sesuai tempatnya. Dengan demikian, beban di dalam tas sekolah bisa terbagi rata. Jika tas tidak dilengkapi kompartemen semacam ini, Ibu bisa membeli tas kompartemennya saja untuk dimasukkan ke dalam tas.

3. Jika tak menemukan tas ransel yang dimaksud, alangkah baiknya anak dibelikan tas sekolah bergaya koper dengan roda yang bisa ditarik (trolley). Tas ini jauh lebih kecil risikonya, bahkan bisa memuat banyak buku tebal sekaligus. Kotak makan si kecil pun masih bisa masuk, lho. Tas beroda juga cocok untuk sekolah yang tidak mengharuskan anak naik-turun tangga.

4. Biasakan membaca buku tugas anak setiap pulang sekolah, agar tahu buku-buku atau peralatan apa yang memang dibutuhkan esok hari. Dengan demikian anak tidak perlu membaca barang-barang yang tidak dibutuhkan dan membuat tas sekolahnya jadi berat.

5. Tempatkan buku-buku yang lebih berat lebih dekat ke punggung, supaya bebannya tidak terfokus di pundak anak. Pastikan tubuh anak tetap tegak saat membawa ransel, dengan posisi tas lekat ke punggung. Hindari tubuh anak selalu condong ke depan.

6. Hindari memanggul ransel ke satu sisi saja, dengan maksud untuk mengalihkan beban berat dari pundak satunya yang sudah lelah. Kebiasaan ini justru bisa membengkokkan tulang punggung ke satu sisi, karena distribusi beban yang tidak merata (asimetris).

7. Saat musim ujian dan buku-buku tebal tersebut harus dibawa ke rumah sebagai bahan pelajaran, temani anak membawa buku-buku mereka. Dengan demikian Ibu bisa mengurangi beban tas sekolah anak yang berat.

8. Seminggu sekali, periksa tas anak dan bersihkan berbagai kertas, patahan pensil, plastik bekas, dan lain sebagainya yang tidak lagi digunakan. Jika dibiarkan menumpuk, benda-benda tersebut juga bisa membebani tas sekolah juga.

8. Sarankan kepada pihak sekolah agar mengadakan lemari penyimpanan pribadi bagi anak-anak didiknya (loker). Kalau perlu ajak orangtua murid lain patungan demi membeli loker ini. Jadi, barang-barang yang tidak perlu dibawa pulang-pergi ke rumah yang bikin tas sekolah jadi berat bisa disimpan dan digunakan setiap saat tanpa harus membuat punggung si kecil tersiksa.

Demikian tips kece untuk mengurangi beban pada tas sekolah anak. Merasa terinspirasi dari artikel ini? Jangan lupa share kepada ibu lainnya, ya.