Anak Nempel Terus Sama Ibu? Ini yang Perlu Ibu Lakukan Agar Ia Jadi Mandiri

By Gisela Niken, Senin, 10 April 2017 | 02:54 WIB
10 Cara Menenangkan Bayi Yang Menangis (Ipoel )

Nakita.id – Ditinggal ke toilet sebentar menangis, mau makan sejenak pun tidak boleh. Duh, gimana ya Bu? Mungkin ada beberapa Ibu yang merasakan mengalami fase ketika si kecil sedang tidak bisa ditinggal. Ibu perlu melakukan langkah-langkah berikut agar ia kelak jadi anak yang lebih mandiri.

Belajar mandiri yang utama adalah dilakukan dengan secara bertahap. Termasuk saat meninggalkan anak yang menempel terus. “Jangan menargetkan dia bisa cepat bisa tetapi utamakan stimulasinya,” ujar psikolog Anna Surti Ariani, SPsi., Msi, dalam tabloid Nakita Edisi 826. Ibu bisa melatih anak untuk bermain sendiri misalnya dan mengenalkan berbagai kegiatan yang bisa ia lakukan. Bisa jadi anak memang tak punya kegiatan yang menarik sehingga cenderung mau dekat dengan Ibu saja.

Baca juga: Anak Masih Tidur Dengan Orangtua? Ini Dampak Buruknya 

Anak juga mungkin menempel pada Ibu karena tak mau Ibu atau Ayah berangkat ke kantor misalnya. Anna Surti mengungkapkan orangtua sebaiknya tak langsung meninggalkan anak begitu saja. “Ketika ingin pamit, bukan berarti kita meninggalkan anak diam-diam. Meninggalkan diam-diam akan menyulitkan anak untuk mandiri,” ujarnya. Si kecil bisa saja jadi tak percaya kepada Ayah dan Ibu. Tetaplah pamit dan pastikan anak bersama orang yang ia percaya. Berpamitan dengan sentuhan sayang akan membantu anak jauh lebih tenang dalam menghadapi proses ini.

Baca juga: 5 Langkah Batita Berani Dan Mandiri

Mungkin Ibu akan mendapati fase anak yang terus menangis. Namun, hadapi fase ini secara konsisten agar ia jadi mandiri. Kemandirian juga bisa Ibu latih sejak usia dini agar ia tak hanya berani pisah dengan orangtua tetapi melakukan berbagai kegiatan secara mandiri. Mengenalkan kemandirian secara bertahap sangat membantu. Misalnya saat makan, Ibu mau melatih anak agar makan sendiri. Biarkan ia mencoba terlebih dahulu makan sendiri dan jangan dilakukan di semua jam makannya. Memaksa akan membuat anak justru trauma dan tidak mau melakukannya sendiri.

Baca juga: 8 Tugas Orangtua Agar Anak Cepat Mandiri 

Jangan lupa dukungan dari orangtua sangat dibutuhkan dalam fase belajar mandiri ini. Dr. Frances Walfish, seorang psikoterapis anak sekaligus penulis buku The Self-Aware Parent mengungkapkan dorongan positif dari orangtua menjadi kunci keberhasilan kemandirian anak. “Berikan pujian atas usahanya dapat mendorong kepercayaan diri anak,” ujarnya. Selain itu, membantu anak dengan memberi pilihan juga jadi salah satu cara untuk mendorongnya melakukan apapun dengan lebih mandiri.