Cara Mudah Deteksi Stroke dan Jantung dengan 3 Gerakan ini, Dicoba Yuk Moms!

By Saeful Imam, Sabtu, 15 Juni 2019 | 21:00 WIB
Deteksi dini hipertensi paru (freepik)

Nakita.id - Pakar kesehatan berkata, performa harian seseorang dapat menunjukkan seberapa sehat orang tersebut, sama halnya dengan tes darah atau scan otak.

Ada tiga jenis tes performa yang sangat sederhana dan bisa Anda lakukan sendiri di rumah.

1. Dapatkah Anda berdiri satu kaki dengan seimbang?

Cobalah berdiri di atas satu kaki dengan mata terbuka selama 60 detik. Jika pada detik ke 20 Anda sudah merasa goyah, mungkin artinya Anda berisiko mengalami gangguan kerja otak beberapa tahun mendatang.

Sebuah penelitian di Jepang mengungkapkan, 30 persen orang dewasa yang tidak bisa berdiri dengan  satu kaki selama 60 detik, ternyata menderita pendarahan mikro di otaknya.

Pendarahan kecil ini hanya bisa dilihat dengan tes MRI dan merupakan indikasi awal dari stroke atau kepikunan (dementia).

Baca Juga: Unggah Foto Seksi Saat Berlibur ke Singapura, Marion Jola Tetap Percaya Diri Tunjukkan Bekas Luka di Kakinya

2. Bisakah Anda langsung berdiri dari posisi duduk di kursi?

Lalu duduk lagi, berdiri lagi, sebanyak 10 kali tanpa jeda.

Sebuah studi yang dilakukan di Inggris menemukan, orang dewasa yang mampu melakukan gerakan duduk di kursi kemudian berdiri, sebanyak 10 kali dalam waktu 21 detik atau kurang, memiliki derajat kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan dibanding yang membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan gerakan tersebut.

Gerakan ini memerlukan kekuatan otot tubuh bagian bawah, keseimbangan, koordinasi dan kemampuan kardio (jantung) yang baik.

Para peneliti percaya, ketidakmampuan melakukan gerakan sederhana ini, menandakan adanya penyakit yang gejala jelasnya belum muncul. Dan jenis penyakit itu bisa bermacam-macam. Mungkin sakit otot atau persendian, atau mungkin juga penyakit kardiovaskular.