Operasi Pengangkatan Kista

By Ipoel , Rabu, 6 Februari 2013 | 08:00 WIB

Dokter Judi yang baik, mohon pencerahan bagi saya yang rasanya tak henti dirundung masalah seputar kesehatan reproduksi. Begini Dok, saya (43), sudah bolak-balik menjalani operasi pengangkatan kista. Pertama tahun 2005, katanya ada 2 kista, masing-masing dengan diameter sekitar 3 mm. Dua tahun kemudian juga harus menjalani operasi serupa karena saat itu ada lagi kista sebesar kelereng. Sekarang, dari hasil pemeriksaan, Dokter juga menemukan ada kista lagi, tapi katanya tidak perlu diangkat karena meski besarnya kira-kira sama dengan yang terdahulu, kista kali ini tidak mengarah pada keganasan. Cuma saya kok saya masih ragu dan ingin mencari second opinion.

Benarkah pertumbuhan kista ini terkait dengan kondisi tubuh wanita yang bersangkutan, dalam hal ini faktor kegemukan? Saya tanyakan demikian karena terus terang sejak kecil saya termasuk bertubuh subur, kini dengan berat 82 kg untuk tinggi 167 cm. Begitu juga kakak, adik dan keponakan-keponakan saya. Apakah faktor kegemukan ini juga nantinya membawa pengaruh buruk pada kesuburan saya ketika menikah nanti? Seberapa besar pengaruhnya, mohon penjelasan dan terima kasih atas kebaikan Dokter.Vanty - Jakarta

Jawab:

Beberapa kista memang berkaitan dengan faktor keluarga, misalnya kista endome­triosis. Dari dua kali operasi, apakah hasil pemeriksaan jaringan kistanya? Bila endometriosis, maka kista itu dapat muncul lagi karena berkaitan dengan menstruasi. Kista endometriosis dapat dihambat sementara pertumbuhannya oleh kehamilan atau obat-obatan penunda haid, seperti GnRH.Kegemukan merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kista dan meningkatkan kesulitan saat operasi. Kegemukan juga meningkatkan terkena hipertensi, darah tinggi, dan penyakit metabolisme lainnya. Pada wanita yang pernah menderita kista pada payudara atau indung telur, memiliki risiko tinggi untuk terkena kista lagi. Bila dalam keluarga dekat ada yang menderita tumor rahim, indung telur, saluran cerna atau payudara, maka hal ini juga meningkatkan risiko terkena tumor pada organg-organ tersebut.Pencegahan jauh lebih mudah dibanding pengobatan. Hindari junk food, makanan yang dibakar, makanan berpengawet kimiawi, dan atur berat badan agar tercapai berat ideal. Mengingat usia Vanty yang sudah 43 tahun, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter di Divisi Endokrinologi Reproduksi untuk menilai kemungkinan hamilnya. Terima kasih atas pertanyaannya.