Gigi Hitam

By Ipoel , Kamis, 13 Desember 2012 | 19:00 WIB

Anak saya laki-laki (4 tahun, BB/TB 16,5 kg/104 cm). Secara fisik tampak kurus. Namun banyak yang bilang dia bukan kurus tetapi karena tinggi, jadi kelihatan kurus. Apakah benar demikian? Gigi anak saya (beberapa di bagian atas) tampak hitam dan hampir mau hilang. Saya terkadang gemas sekali ingin segera membawa ke dokter gigi untuk melepasnya karena kelihatan jelek. Apa ini ada pengaruhnya dengan kebiasaannya mengemut makan dari masih bayi  atau kebiasaannya menggigit bibir bawah dari sejak umur 6 bulan sampai sekarang?

Anak saya mendapat ASI sampai usia 11 bulan, setelah itu diberi susu formula. Waktu usia 2 tahun, dia agak susah  makan dan jarang minta minum susu. Saat itu saya pikir susu formula yang saya beri (warna putih),  rasanya mungkin kurang disukainya, makanya saya ganti dengan susu rasa cokelat. Memang betul, minum susunya jadi lebih banyak dari sebelumnya. Apakah konsumsi susu ini pun menjadi penyebab gigi anak saya hitam?

Kebiasaan rutin menggosok gigi memang baru ditanamkan di usia 2 tahun. Karena sebelumnya bila saya ingin menggosokkan giginya dia selalu menolak sehingga saya membersihkannya sekali–kali saja. Mungkin karena saya pernah menggosok  giginya sampai ia kesakitan dan menangis. Sekarang menggosok giginya sudah rutin, tiap kali mau mandi dan sebelum tidur malam. Hanya kadang-kadang sesudah gosok gigi, dia minta susu atau makan kue dan tak mau gosok gigi lagi. Apa yang harus saya lakukan? Apa semua giginya yang tampak hitam mesti dicabut sekarang?  Demikian permasalahan saya, jawaban dari Dokter saya tunggu. Terima kasih Yuni – Jakarta

Jawab:

Ibu Yuni yang baik. Berdasarkan status antropometri, si kecil masih termasuk gizi baik, dan memang tinggi badannya termasuk rata-rata di atas P 50 nilai normalnya. Sebaiknya memang berat badannya perlu ditambah lagi dengan meningkatkan asupan nutrisinya.

Kebiasaan mengemut biasanya berlangsung sejak masa-masa awal ia mulai mendapat makanan tambahan pendamping ASI. Bila proses pemberian makanan pendamping ASI ini tidak dilakukan dengan baik, telaten dan sabar, biasanya anak akan mengalami kesulitan untuk memperlakukan makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Ia hanya akan memasukkan ke dalam mulut dan membiarkannya berlama-lama di sana (diemut). Faktor tekanan psikologis berupa hukuman baik yang bersifat verbal ataupun nonverbal saat pemberian makan dapat pula menyebabkan si kecil menjadi lebih suka mengemut makanannya.

Gigi si kecil merupakan gigi susu yang pada saatnya nanti akan tanggal dan digantikan oleh gigi dewasanya. Gigi susu dapat saja mengalami karies, terlebih bila higienenya kurang dijaga dengan baik, seperti kurang sering dibersihkan setelah makan/minum susu. Namun demikian gigi tersebut pada waktunya akan digantikan oleh gigi dewasa. Pada saat gigi dewasanya tumbuh, sebaiknya ia sudah dapat melakukan sikat gigi secara teratur sehingga kebersihan gigi dan rongga mulut dapat selalu terjaga dan dapat mencegah terjadinya karies ataupun karang gigi.