Angka Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Maju, Benarkah Vaksin Sejak Bayi Ini Pengaruhnya?

By Cynthia Paramitha Trisnanda, Selasa, 21 April 2020 | 20:15 WIB
Angka kasus corona di Indonesia rendah (shuttershock)

Nakita.id - Pandemi Covid-19 masih jadi perbincangan masyarakat juga warganet di media sosial.

Kini media sosial sering adi tempat untuk orang-orang berdiskusi, terutama seputar pandemi corona.

Tak bisa dipungkiri pula bahwa media sosial sering membingungkan karena berbagai informasi bisa liar bergulir di sana.

Jika mengamati komentar media sosial, banyak yang mengatakan bahwa angka konfirmasi Covid-19 di Indonesia relatif rendah jika dibanding negara maju seperti AS.

Baca Juga: Kesulitan Di Tengah Wabah Pandemi Covid-19, Perempuan 43 Tahun Meninggal Dunia Setelah Tak Makan 2 Hari

Angka kasus Covid-19 di Indonesia yang dianggap rendah ini dianggap disebabkan oleh penggunaan vaksin BCG pada bayi baru lahir.

Vaksin BCG, akronim dari Bacille Calmette-Guérin (BCG), merupakan vaksin tuberkulosis yang dibuat dari baksil tuberkulosis yang dilemahkan dengan dikulturkan di medium buatan selama bertahun-tahun.

Benarkah hal ini?

Pertama-tama mari kita melihat data yang ada.

Menurut data Worldmeters, hingga Sabtu (18/4/2020) pukul 16.08 WIB, jumlah kasus positif di AS mencapai 710.272 kasus dengan 63.510 kematian.