Bisa Memperingan Biaya, Begini Cara Mendapatkan KIP Bagi Para Mahasiswa yang Baru Masuk Perguruan Tinggi

By Shinta Dwi Ayu, Minggu, 23 Januari 2022 | 19:10 WIB
Cara mendapatkan KIP bagi mahasiswa yang baru masuk perguruan tinggi (Nakita.id)
 
Nakita.id - Berikut cara mendapatkan KIP (Kartu Indonesia Pintar) bagi para mahasiswa yang baru masuk perguruan tinggi.
 
Bisa masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tentu saja menjadi impian banyak orang.
 
Dengan berhasil masuk perguruan tinggi negeri, seseorang tentu saja bisa menunjukkan kemampuannya.
 
Karena untuk masuk ke perguruan tinggi tidak mudah, dan harus memenuhi syarat tertentu.
 
Banyak anak yang gagal masuk perguruan tinggi negeri karena tidak memenuhi syarat dan juga tidak lulus saat ditest.
 
Selain bisa menunjukkan kemampuan, masuk perguruan tinggi juga bisa memperingan biaya.
 
Tak hanya itu, anak-anak yang masuk perguruan tinggi juga berpotensi mendapatkan berbagai program bantuan dari pemerintah.
 
Salah satu bantuan yang bisa didapatkan mahasiswa adalah KIP.
 
KIP merupakan program dari pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat kurang mampu terhadap pendidikan tinggi secara merata dan berkeadilan.
 
Baca Juga: Terus Mendorong Keterbukaan Informasi Publik, Tribunnews.com Raih Apresiasi dari Komisi Informasi Publik
 
Perubahan Mekanisme pada Penerimaan Mahasiswa Baru PTN 2022
 
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek RI) juga menyampaikan bahwa ada perubahan mekanisme pada penerimaan mahasiswa baru PTN di tahun 2022.
 
Dalam penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2022, satuan pendidikan dan siswa harus melakukan registrasi akun pada laman Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) terlebih dahulu melalui https://portal.ltmpt.ac.id.
 
Berbeda dengan tahun 2021, kegiatan registrasi akun LTMPT bagi sekolah dan siswa pada tahun 2022 tidak bersamaan agar bisa memberi kesempatan sekolah untuk mendaftar dan mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). 
 
Mochamad Ashari selaku Ketua LTMPT menyampaikan, pihaknya sejak 1 Desember 2021 lalu, telah menyosialisasikan Mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di 75 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Akademik jenjang Sarjana dan D4, 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 39 PTN Vokasi (Politeknik Negeri) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).  
 
“Registrasi Akun LTMPT bagi sekolah dimulai pada 4 Januari 2022, sedangkan Registrasi Akun LTMPT bagi siswa dimulai pada 10 Januari 2022," ujarnya.
 
"Batas akhir registrasi akun bagi sekolah dan siswa adalah sama, yaitu 15 Februari 2022.
 
Dilanjutkan dengan penetapan siswa yang memenuhi syarat (eligible) oleh sekolah mulai 4 Januari - 8 Februari 2022,” jelasnya melansir dari siaran pers Kemendikbudristek yang diterima oleh Nakita, Rabu (5/1/2022).
 
Sementara itu, pengisian PDSS dimulai 8 Januari - 8 Februari 2022.
 
Baca Juga: Cara yang Tepat Memilih Jenis Investasi Untuk Pendidikan Anak Menurut Perencana Keuangan
 
 
Pendaftaran SNMPTN akan berlangsung pada 14 - 28 Februari 2022.
 
Pengumuman Hasil SNMPTN dijadwalkan pada 29 Maret 2022 mendatang.
 
Adapun UTBK-SBMPTN tahun 2022 menggunakan komputer dan biaya ditanggung oleh peserta serta disubsidi oleh pemerintah. 
 
“Beragam bentuk tes masuk perguruan tinggi negeri yang nantinya akan dilaksanakan secara luring terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh sebagian pihak yang terlibat dalam proses masuk perguruan tinggi, mulai dari wali murid baik guru atau orang tua hingga siswa itu sendiri agar mampu menyiapkan pilihan yang sesuai dengan minat. Supaya kegiatan perkuliahan di ke depannya mampu berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan awal,” ujar  Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Ristek, dan Teknologi (Plt. Dirjen Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam. 
 
Perbedaan SNMPTN dengan SBMPTN
 
SNMPTN merupakan seleksi berdasarkan nilai akademik saja atau nilai akademik dan prestasi lainnya yang ditetapkan oleh PTN dengan biaya subsidi penuh pemerintah.
 
Sedangkan, SBMPTN adalah seleksi calon mahasiswa baru PTN berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) saja, atau hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN. 
 
Tahapan mengikuti SBMPTN tahun 2022 diawali dengan registrasi akun LTMPT pada 14 Februari - 17 Maret 2022.
 
Secara spesifik, mekanisme dan sosialisasi UTBK-SBMPTN akan dilakukan sampai dengan 15 April 2022.
 
Baca Juga: Lebih Baik Mana Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan? Begini Kata Perencana Keuangan
 
 
Pendaftaran UTBK- SBMPTN pada 23 Maret - 15 April 2022. Pelaksanaan UTBK-SBMPTN dilakukan dalam dua gelombang di 74 Pusat UTBK PTN. Gelombang 1 pada 17 - 23 Mei 2022, dan Gelombang 2 pada 28 Mei - 3 Juni 2022.
 
Pada tahun 2022, pelaksanaan UTBK-SBMPTN dilakukan tidak pada bulan puasa. Pengumuman hasil seleksi jalur SBMPTN dijadwalkan pada 23 Juni 2022. Masa unduh sertifikat UTBK pada 25 Juni -  31 Juli 2022. 
 
Pemerintah juga akan memberikan bantuan pendidikan kepada para siswa kurang mampu yang berhasil masuk ke PTN.
 
Bantuan pendidikan tersebut adalah berupa KIP.
 
Cara Mendapatakan KIP
 
Mahasiswa harus mengajukan bantuan biaya pendidikan skema KIP Kuliah terlebih dahulu.
 
Informasi detail dapat dilihat pada website Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan di https://puslapdik.kemdikbud.go.id.
 
Dirjen Nizam berpesan kepada seluruh siswa SMA Sederajat untuk dapat memilih jurusan di perguruan tinggi sesuai dengan potensi dan minat yang diinginkan. Dengan begitu, ia optimistis, mahasiswa akan mampu menjalankan kegiatan perkuliahan dengan lebih bahagia dan mampu menentukan pilihan pekerjaan yang sesuai di masa depan.
 
“Tahun 2021 tes perguruan tinggi berjalan dengan lancar tanpa dibarengi oleh insiden atau masalah yang berarti meskipun berada di tengah pandemi namun masih dapat dijalankan secara luring dan tidak ada klaster baru atas hal tersebut. Ke depannya saya sangat mengharapkan bahwa tes dapat dilakukan secara lancar, sukses dan mampu mengantarkan siswa Indonesia untuk ada di perguruan tinggi berdasar kepada minat dan tujuannya masing-masing,” pungkasnya.  
 
Baca Juga: Cara yang Tepat Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak Agar Tidak Kekurangan dan Sang Buah Hati Bisa Masuk Sekolah Impiannya