Tips Meningkatkan Kreativitas dan Kepercayaan Diri Anak Perempuan Melalui Permainan yang Kreatif

Kamis, 28 Maret 2024 | 13:39
freepik / master1305

Menggali kepercayaan diri kreatif anak perempuan dengan permainan Lego.

The LEGO Group meluncurkan kampanye Play Unstoppable, sebuah kampanye yang bertujuan untuk mendorong anak perempuan untuk bereksperimen dan mengekspresikan diri secara kreatif. Penelitian global menemukan bahwa kepercayaan diri dan kreativitas anak perempuan dipengaruhi oleh societal pressure (tekanan sosial) yang menuntut mereka untuk senantiasa menjadi sempurna.

Sebagai bagian dari kampanye Play Unstoppable dari The LEGO Group, telah dilakukan survei terhadap lebih dari 61.500 orang tua dan anak usia 5 hingga 12 tahun di 36 negara termasuk Indonesia dalam Play Well 2024 Research terbarunya.

Survei ini mencakup pertanyaan yang menyoroti kepercayaan diri kreatif anak-anak serta pentingnya faktor-faktor seperti ketakutan akan kegagalan, tekanan untuk menjadi sempurna, dan penggunaan bahasa dalam mempengaruhi kreativitas mereka.

Play Well Study Menunjukkan Dampak Kesempurnaan dan Bahasa Terhadap Kepercayaan Diri Kreatif

Dikutip dalam press release The LEGO Group, didefinisikan sebagai keberanian untuk mencoba dan menerima kegagalan saat mengembangkan ide-ide baru, kepercayaan diri kreatif dapat memengaruhi anak-anak hingga dewasa.

Namun, Play Well 2024 Research mengungkapkan bahwa bahkan anak perempuan berusia lima tahun pun sudah mengalami penurunan kepercayaan diri kreatif akibat tekanan untuk mencapai kesempurnaan dan pengaruh bahasa sehari-hari.

Pada usia muda ini, tiga perempat (76%) merasa percaya diri dalam kreativitas mereka, namun hal ini menurun seiring bertambahnya usia. Dua pertiga dari semua anak perempuan sering merasa khawatir untuk berbagi ide mereka.

Hal ini diperberat oleh beban perfeksionisme dan kecemasan akan membuat kesalahan (72%). Anak perempuan berusia 5 hingga 12 tahun mengatakan bahasa yang mereka dengar membuat mereka merasa seolah-olah mereka tidak diperbolehkan untuk bereksperimen dan melakukan kesalahan (71%), atau memperkuat kebutuhan akan kesempurnaan (73%).

Namun, 80 persen mengatakan bahwa mereka akan lebih berani untuk mencoba hal-hal baru jika kesalahan yang diperbuat justru dipuji lebih banyak sebagai peluang untuk belajar, dan anak perempuan mengatakan bahwa mereka merasa terdorong oleh pujian growth-mindset seperti 'imaginatif', 'berani', dan 'menginspirasi'.

Membangun Kepercayaan Diri Kreatif Melalui Bahasa Sehari-hari

Baca Juga: Jenis Permainan yang Bisa Dilakukan Untuk Membangun Kepribadian dan Karakter Anak

Untuk membantu keluarga dalam menumbuhkan kepercayaan diri kreatif melalui kekuatan bermain dan bahasa sehari-hari, peneliti parenting yang berlatar belakang Harvard dan penulis terlaris Jennifer B Wallace telah bekerja sama dengan The LEGO Group untuk meluncurkan panduan parenting ‘10 Steps to Fostering Creative Confidence’.

Dalam panduan ini, Ia memberikan tips tentang cara menumbuhkan kepercayaan diri kreatif, seperti menjadi lebih sadar akan stereotip gender saat berbicara tentang ide-ide kreatif. Misalnya, menggunakan kata-kata seperti "jenius", "pintar" dan "berani" untuk mendeskripsikan pekerjaan anak laki-laki, atau "cantik", "lucu" dan "cantik" untuk mendeskripsikan pekerjaan anak perempuan. Sebagai gantinya, Wallace menyarankan untuk menggunakan campuran kata-kata tersebut, dan mendorong anak-anak untuk bertanya dan mempertanyakan stereotip sosial ini.

Halaman Selanjutnya

The LEGO® System in Play sangat dihargai…
Tag