10 Kiat Memilih DayCare

By Ipoel , Senin, 13 Juli 2015 | 23:00 WIB
10 Kiat Memilih DayCare (Ipoel )

TabloidNakita.com - Memilih daycare atau tempat penitipan anak menjadi penting karena di saat tertentu seperti Lebaran, orangtua bekerja sering dibuat repot karena pekerja rumah tangga (PRT) belum pulang.

Solusinya? Pakai jasa pengasuh infal.  Atau kalau kebetulan di dekat rumah atau tempat bekerja ada penitipan anak (daycare.) bolehlah dicoba. Hanya saja, Mama dan Papa harus punya poin penting untuk menyeleksi pengasuh infal dan daycare ini.  Ya, meski hanya untuk sementara waktu, kita tetap harus memerhatikan kualitasnya. 

Daycare sebenarnya bukan semata-mata tempat penitipan anak, tetapi juga tempat yang menyediakan program-program stimulasi dan eksplorasi yang aman.

Dalam memilih daycare,  yang penting  dipertimbangkan adalah kualitas dari pengasuhan dan fasilitas yang tersedia, selain tentunya keuangan kita. Faktor kebersihan dan kesehatan lingkungan mutlak adanya,  karena di situ berkumpul banyak anak yang mungkin saja sedang terinfeksi dan berpotensi menulari.

Jangan memilih daycare atau tempat penitipan anak yang petugasnya tidak memiliki bekal  latihan dan pengetahuan memadai tentang pengasuhan, kebersihan, dan kesehatan anak.  Mereka pun harus teruji kesabarannya. Untuk lengkapnya, ikuti panduan ini.

SELEKTIF MEMILIH DAYCARE

1. Memilih daycare dengan lokasi tak jauh dari rumah

Pilih dan lakukan kunjungan investigasi ke beberapa daycare yang dekat  dengan tempat kerja atau rumah. Lakukan dari sekarang. Jika memilih di dekat kantor, asyiknya saat istirahat siang masih mungkin menjenguk anak dan melakukan kegiatan bersama. Pun jika ada hal darurat, bisa segera berada di dekat anak tercinta.

2. Memilih daycare yang terletak di lantai dasar

Daycare  yang menyatu dengan gedung perkantoran sebaiknya berada di lantai dasar. Mengapa? Anak-anak usia balita umumnya senang beraktivitas fisik: jalan, berlari, memanjat, hingga naik turun tangga. Keberadaan tangga di lingkungan daycare tentu sedikit mengkhawatirkan orangtua, apalagi  kalau anak tidak sepenuhnya diawasi setiap menit. Jika memang lokasi daycare tidak berada di lantai dasar, pastikan pintu akses menuju tangga selalu tertutup atau tangganya memiliki pintu pengaman yang hanya bisa dibuka oleh orang dewasa. Bisa pula kita mengingatkan anak untuk selalu minta bantuan guru/pengasuh saat hendak naik turun tangga.  Jika menggunakan rumah atau bangunan mandiri, perhatikan keamanannya.  Jika letaknya di pinggir jalan besar yang ramai, pastikan halamannya cukup luas dan memiliki pagar pengaman.

3. Pastikan Memilih Tempat Penitipan Anak yang Memiliki izin usaha.

Pilih daycare yang memiliki izin usaha daycare dari pemerintah. Hal ini penting demi keamanan dan 4. Siapa saja SDM-nya?

Selain pengasuh, hendaknya daycare ini memiliki tenaga ahli, seperti dokter dan psikolog anak. Selain itu juga sebaiknya mempekerjakan petugas keamanan. 5. Perbandingan jumlah bayi/anak dan pengasuh.

Maksimal setiap pengasuh menjaga tiga anak balita. Untuk bayi, tiga pengasuh bertanggung jawab terhadap 2—3 bayi.

4. Kualitas pengasuh penting saat memilih tempat penitipan anak

Amati bagaimana para pengasuh di sana berinteraksi dengan anak-anak yang dititipkan.  Lihat bagaimana reaksi anak-anak yang diasuh. Lihat kerapian penampilan  pengasuh dan kesehatannya, ditambah seperti apa gaya bicaranya terhadap anak-anak. Apakah santun atau kasar?  

5. Sarana bermain penting dalam tempat penitipan anak

Perhatikan sarana bermain yang ada di daycare tersebut. Sudah sesuaikah sarana itu dengan keamanan dan kebutuhan  anak?

6. Ada laporan harian kala memilih daycare

Daycare yang baik pasti mempunyai laporan harian. Hal ini menjadi hak orangtua untuk mengetahuinya, dari jam makan, jam tidur sampai jam buang air besar. Pastikan kita memperoleh laporan tersebut untuk terus memantau tumbuh kembang anak. Pastikan juga kita dapat memberi catatan mengenai riwayat alergi si anak, jika ada.

7. Bersikap terbuka saat memilih daycare

Keterbukaan yang baik antara manajemen dan kita sebagai konsumen menjadi syarat yang juga mutlak.  Jika terjadi kesalahan, minta pihat daycare untuk tidak menutupinya dan bijak menyikapi kritik/keluhan dari  orangtua.  Kita pun harus bersedia menerima saran/masukan dari  pihak daycare.

8. Ada  masa percobaan di tempat penitipan anak

Manfaatkan kesempatan mencoba atau trial  bermain di daycare  untuk membantu kita meyakinkan diri, apakah anak sudah berada di tangan yang tepat.  Biarkan anak mencoba dan beradaptasi. Perhatikan respons anak setelah beberapa hari mencoba layanan daycare. Jika ia gembira dan bersemangat saat akan berangkat ke daycare, berarti dia enjoy. Jika si kecil justru menangis, baiknya mencari daycare lain.