TabloidNakita.com- Usia batita adalah saat yang tepat untuk mengenalkan angka dan bilangan pada anak. Jangan khawatir anak akan “pusing” atau menolaknya. Yang penting cara mengenalkan angka dan bilangan harus menyenangkan.
Ini beberapa insipirasi mengenalkan angka dan bilangan dengan cara bermain:
- Mengenalkan angka dengan menggantung jepit jemuran.
Siapkan jepit jemuran dan tali kira-kira 1 meter. Bentangkan tali dan ikat pada dua sandaran kursi. Minta anak untuk menjepitkan jepit jemuran di bentangan tali sambil menghitung 1—10. Permainan ini sekaligus bermanfaat untuk latihan motorik halusnya.
- Mengenalkan angka dengan Menjaring benda di ember.
Siapkan ember besar, aneka mainan yang kedap air, serta saringan agak besar. Isi ember dengan air lalu masukkan aneka mainan. Dengan menggunakan saringan minta anak “menjaring” mainannya sambil berhitung. “Satu... dua... tiga.. .empat...” Permainan ini bisa dilakukan di halaman atau di kamar mandi saat mandi.
- Mengenalkan angka dan bilangan lewat Menyortir benda besar-kecil.
Siapkan aneka mainan dalam berbagai ukuran dan boks mainan. Minta anak menyortir mainannya berdasarkan ukuran. Yang besar dikelompokkan dengan yang besar, yang kecil dikelompokkan dengan yang kecil. Kemudian minta padanya untuk menghitung berapa jumlah mainan yang besar dan berapa jumlah mainan yang kecil. Penyortiran juga bisa dilakukan berdasarkan warna/bentuk/bahan dan sebagainya. Aktivitas ini bisa dilakukan sekaligus untuk membereskan mainannya setelah selesai digunakan.
- Lagu-lagu yang menyenangkan.
Mengenalkan angka dan bilangan terasa menyenangkan. Setelkan CD/kaset ini untuk menemani aktivitas bermain anak, bangun tidur atau di dalam mobil saat bepergian. Melalui lagu lebih mudah bagi anak untuk menghafal angka.
Catatan saat mengenalkan angka dan bilangan:
Mengenalkan angka dan bilangan dalam bahasa asing boleh saja lakukan asalkan “satu set-satu set”. Maksudnya, kenalkan angka 1—10 dalam bahasa ibu. Di lain waktu, baru kenalkan dalam bahasa lainnya. Hindari penggunaan bahasa campur, “Adek kok ambil apelnya tiga, tadi kan Mama minta one. Only one.”