Bayi Baru Lahir Tidur Terus, Haruskah Dikhawatirkan?

  • Senin, 20 Maret 2017 17:07 WIB

Apakah ada masalah jika bayi baru lahir tidur terus?

Nakita.id – Apakah u pasti sering mendapati kondisi di mana si kecil yang baru lahir kerap tidur sepanjang hari. Hal ini disebabkan oleh bayi yang masih beradaptasi dengan lingkungan baru dan belum memahami mengenai pembagian waktu bangun dan tidur. Lalu apa hal yang bisa membuat bayi kerap terbangun? Ternyata salah satunya adalah rasa lapar. Namun, Ibu juga perlu waspada bahwa ada hal-hal yang membuat bayi tidur terus.

Baca juga: Kok Bayi Baru Lahir Banyak Tidur? 

Menurut dr. Catharina Mayung Sambo, SpA dalam tabloid Nakita Edisi 906, jumlah jam tidur bayi di rentang tiga bulan pertama kurang lebih 15-17 jam setiap harinya. “Pada usia ini, tidur bangunnya seorang bayi bergantung pada rangsang lapar dan kenyang. Semakin usia bayi bertambah jam tidurnya juga semakin berkurang,” ujarnya. Hal ini disebabkan bayi mulai paham waktu sehingga tahu kapan ia harus bangun dan tidur.

Maka, Ibu tak perlu heran jika bayi baru lahir bisa saja terbangun karena berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuhnya. Di rentang usia ini, bayi juga belum memahami adanya perbedaan antara siang dan malam. Ibu juga akan mengalami fase di mana si kecil jadi semakin sering menyusu. Bayi dalam usia 2 minggu, 4 minggu dan 3 bulan terjadi growth spurt atau percepatan pertumbuhan sehingga kebutuhan nutrisinya meningkat.

Baca juga: 11 Cara Agar Bayi Tidur Nyenyak

Khawatirlah Jika...

Namun, Ibu perlu waspada terhadap beberapa penyebab bayi tidur terus yang merupakan gangguan kesehatan. Terdapat beberapa kemungkinan dari kondisi ringan sampai berat. Bayi mungkin mengalami efek samping dari obat-obatan yang diterima Ibu saat melahirkan terutama yang menjalani operasi sesar. Selain itu, bayi yang tertidur terus dan tidak terbangun di malam hari juga bisa disebabkan oleh kuning atau jaundice akibat kadar bilirubin yang tinggi. Saat tidur, bayi kuning sulit dibangunkan karena kadar bilirubin dalam darah memengaruhi kerja organ tubuh termasuk saraf otaknya.

Baca juga: Jangan Menggendong Bayi Sebelum Tidur, Ini Alasannya 

Rasa kantuk mengalahkan keinginan untuk bangun, menyusu, dan menangis jika haus atau lapar. Bilirubin yang bersifat toksik ini harus ditanggulangi karena jika terus meningkat di luar batas aman bisa menyebabkan kerusakan sel-sel otak. Jika kuningnya melebihi batas normal serta muncul warna kuning pada kulit bayi dan bagian putih matanya, dokter biasanya akan melakukan terapi sinar biru pada bayi. Jumlah jam tidur bayi  baru lahir kurang lebih 15-17 jam dengan pembagian waktu 8 jam untuk tidur siang dan 9 jam untuk tidur malam.

Sumber : []

Reporter : Gisela Niken
Editor : Heni Wiradimaja

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×