Cara Mengenali Tanda Lonjakan Pertumbuhan pada Bayi

  • Jumat, 14 Juli 2017 08:00 WIB

Cara Mengenali Tanda Jika Bayi Mengalami Lonjakan Pertumbuhan | iStock

Nakita.id -Bayi-bayi tumbuh sangat cepat tapi pertumbuhan ini tidak terjadi dengan kecepatan yang tetap. Biasanya, bayi mengalami fase istirahat, di mana ia tumbuh perlahan dan kemudian mengalami fase pertumbuhan yang cepat, atau yang dikenal dengan lonjakan pertumbuhan (Growth Spurt).

Lonjakan pertumbuhan ini bisa dikenali dari perubahan tiba-tiba dalam prilaku. Berat bayi-bayi juga bertambah selama lonjakan pertumbuhan. Mereka juga bertambah panjang dan lingkar kepala pun membesar. 

Tanda lain dari masa lonjakan pertumbuhan ini adalah bayi tampak lebih lapar daripada biasanya. Jika bayi Ibu disusui, ia mungkin butuh waktu lama untuk menyusu. Jika bayi diberi susu formula, ia bisa lebih tahan lapar dibanding bayi ASI, tapi tetap saja kebutuhan susunya lebih banyak dibanding biasanya. Beberapa bayi mungkin melewati fase mudah marah dan tak mau lepas dari Ibu. Ia mungkin lebih cerewet dan ingin digendong lebih lama.

Bayi-bayi juga bermasalah dalam tidur dan mungkin merasa tak nyaman. Sebaliknya, ada bayi-bayi yang tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun dari lonjakan pertumbuhan tapi Ibu tiba-tiba menyadari mereka telah bertumbuh ketika baju-baju mereka sudah tidak lagi muat atau ketika mereka mencapai tonggak baru. 

(Baca juga : 3 Tanda Bayi Tumbuh Pesat)

Tak ada waktu pasti yang bisa Anda tandai untuk lonjakan pertumbuhan, karena tiap-tiap bayi memiliki masanya sendiri untuk tumbuh. Namun, lonjakan pertumbuhan bisa diperkirakan selama usia-usia berikut: dua pekan, tiga pekan, enam pekan, tiga bulan, enam bulan.

Memang tidak semua anak mengalami lonjakan pertumbuhan selama periode ini, namun mungkin saja pertumbuhannya mulai akan melonjak sekitar masa ini.

Bayi biasanya merasa lapar saat lonjakan pertumbuhan karena bayi membutuhkan lebih banyak kalori dan energi selama pertumbuhan. Bisa jadi, bayi yang sedang disusui ASI dan susu formula merasa tidak terlalu puas setelah diberi makan. Ia mungkin akan mengonsumsi lebih banyak porsi makan biasanya.

Untuk fase tidurnya, sebagian besar bayi cenderung tidur ketika ia memasuki fase lonjakan pertumbuhan. Dikatakan bahwa bayi akan tumbuh saat sedang tidur dan ini terbukti secara ilmiah. Hormon pertumbuhan diproduksi di otak saat tidur yang membantu bayi tumbuh.

(Baca juga : Panduan Pertumbuhan Bayi Usia 3 Bulan)

Untuk mengatasinya, sebagai orang tua, lonjakan pertumbuhan bayi bisa menjadi saat yang mengerikan untuk dihadapi. Ikuti naluri Ibu dan tetap awasi segala kebutuhan bayi. Jika bayi menginginkan lebih banyak tidur, biarkan ia tidur dengan nyenyak. Usahakan agar tidurnya senyaman mungkin dengan cara membiarkan menyusu lebih lama.

Sebagai seorang ibu, kita harus memastikan bahwa kita memiliki cukup energi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Pastikan bahwa Ibu selalu menjaga kesehatan selama masa tonggak awalnya. Bila anak mengalami demam, segera konsultasikan ke dokter!

Sumber : Boldsky

Reporter : Avrizella Quenda
Editor : Ida Rosdalina

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×