Mengenal Preeklamsia atau Keracunan Kehamilan

  • Minggu, 12 Februari 2017 08:45 WIB

Mengenal Preeklamsia atau Keracunan Kehamilan

Nakita.Id- Preeklampsia itulah gangguan yang merenggut pejuang emansipasi wanita Raden Ajeng (RA) Kartini di usianya yang sangat muda. Asal tahu saja,  R.A Kartini dinyatakan meninggal empat hari setelah melahirkan anaknya buah perkawinan dengan Raden Adipati Joyodiningrat.

Kartini mengalami komplikasi saat melahirkan putra pertamanya yang diakibatkan sebuah penyakit bernama preeklampsia. Penyakit ini menjadi momok kedua paling menakutkan bagi ibu yang akan melahirkan. Tak jarang ibu hamil meninggal dunia akibat penyakit ini.

Preeklamsia adalah penyakit keracunan kehamilan setelah kehamilan berusia 20 minggu. Preeklamsia umumnya muncul di trimester ketiga. Beberapa hal diduga menjadi penyebabnya di antaranya: kehamilan ganda, hidramnion (kembar air), hipertensi, semakin tua usia kehamilan dan sebagainya. Preeklamsia bisa menyebabkan keguguran, bayi berat lahir rendah, bahkan kematian namun preeklamsia ringan jarang mengakibatkan kematian ibu.

Baca juga: Deteksi Dini Diabetes Melitus Pada Bayi

Bila ibu hamil menunjukkan gejala sebagai berikut, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan kepastian apakah telah terjadi preeklamsia atau karena sebab yang lainnya.

1. Tekanan darah tinggi.

Tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih (harus naik 30 mmHg atau lebih atas tekanan yang biasanya), tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih (harus naik 15 mmHg atau lebih atas tekanan yang biasanya). Pemeriksaan tekanan darah ini minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam pada keadaan istirahat.

2. Proteinuria.

Proteinuria adalah protein dalam urine dengan konsentrasi melebihi 0,3 g/liter yang diambil minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam.

3. Edema.

Edema adalah pembengkakan pada kaki,  jari tangan atau muka sebagai akibat penimbunan cairan. Bisa juga terlihat adanya kenaikan berat badan 1 kg seminggu selama beberapa kali.

Sumber : []

Reporter : Saeful Imam
Editor : Ipoel

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×