3 Mitos Seputar Anak ADHD yang Tidak Perlu Dipercaya

By , Kamis, 30 November 2017 | 08:00 WIB
Anak hieraktif (Gisela Niken)

Nakita.id - ADHD atau hiperaktif pada anak tidak seharusnya membuat orangtua juga menjadi tidak mengendalikan emosi karena perhatian khusus sangat diperlukan untuk tumbuh kembangnya.

Sama halnya dengan semakin meningkatnya kasus autisme pada anak belakangan ini, ternyata terjadi peningkatan pula pada kasus ADHD(Attention Deficit Hyperactivity Disorder), atau sering dikenal sebagai gangguan pemusatan perhatian atau hiperaktif.

Peningkatan jumlah kasus ADHD seiring pula dengan simpang siurnya pendapat tentang penyebab mengapa anak menjadi hiperaktif.

Baca juga: 6 Nutrisi Terbaik untuk Anak ADHD

Berikut ini beberapa mitos yang beredar seputar anak ADHD atau hiperaktif.

ADHD disebabkan terlalu banyak mengonsumsi gula

Dr. Ben Feingold mengutarakan pendapatnya di tahun 1973 kepada the American Medical Association, tentang adanya keterkaitan antara ADHD dan zat-zat yang terdapat pada makanan karena saat itu penderita ADHD sangat sedikit.

Padahal, hingga kini, tidak ditemukan keterkaitan antara anak hiperaktif dengan konsumsi gula berlebih pada anak, seperti yang kerap dipikirkan orang tua.

Baca juga: Ibu Hamil Gemuk Berisiko Lahirkan Anak ADHD

Sebaliknya, Ibu yang saat hamil menghindari makanan instan atau yang banyak mengandung MSG, juga makanan dengan kandungan pestisida karena berisiko memiliki masalah pada perkembangan janin dalam kandungan.

Hiperaktif adalah keinginan anak untuk melawan orangtua

Memang gejala hiperaktif seperti anak yang suka memberontak, di mana anak menolak saat diberi perintah orang tuanya.