Siapa Bilang Saat Diet Tak Boleh Makan Nasi? Begini Cara Ampuh Kurangi Kalori pada Nasi hingga 50 Persen!

By Ratnaningtyas Winahyu, Rabu, 24 Juni 2020 | 17:23 WIB
Ilustrasi memasak nasi (Freepik.com)

Sebagai informasi, pati terbagi menjadi dua tipe utama, yaitu pati tercerna (digestible starch) dan pati resistan (resistant starch).

Pati tercerna adalah tipe yang dengan cepat dikelola oleh tubuh menjadi glukosa dan disimpan menjadi lemak bila tidak dibakar.

Sementara itu, pati resistan tidak dipecah menjadi glukosa dan melewati usus seperti serat, sehingga memiliki kalori yang lebih rendah.

Nasi dan kentang pada awalnya mengandung banyak pati resistan.

Baca Juga: Sering Dianggap Remeh, Teknik Memasak Nasi yang Salah Ternyata Bisa Berbahaya Bagi Sistem Reproduksi Hingga Sebabkan Kanker

Namun, cara memasak yang salah sering kali mengubah pati di dalam kentang dan nasi menjadi pati tercerna.

Nah, dalam penelitian-penelitian sebelumnya, para ahli menemukan bahwa nasi goreng dan nasi pilaf mengandung lebih banyak pati resistan daripada nasi yang dikukus atau direbus biasa.

Sebuah studi pada tahun 2014 pun menemukan bahwa mendinginkan pasta sebelum dipanaskan kembali dan dimakan juga meningkatkan kandungan pati resitan di dalamnya.

Berbekal pengetahuan tersebut, James dan pembimbingnya, Pushparajah Thavarajah, lantas melakukan berbagai eksperimen untuk menurunkan kandungan kalori di dalam nasi.

Baca Juga: Contek Cara Memasak Nasi Merah Agar Rasanya Tetap Enak Seperti Nasi Putih, Mudah Sekali Moms!