Sering Bikin Banyak Orang Tertipu, Ternyata Kunci Panjang Umur Bagi Pemilik Penyakit Diabetes Hanya dengan Melakukan Cara Makan Ini

By Cynthia Paramitha Trisnanda, Rabu, 18 Agustus 2021 | 16:21 WIB
Cara utama pemilik penyakit diabetes bisa panjang umur (pexels.com)

Nakita.id - Selama ini, penyakit diabetes kerap dinilai jadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Tentu saja hal tersebut membuat pemilik penyakit diabetes khawatir akan usianya.

Terlebih, penyakit diabetes bisa menyerang orang-orang yang mengaku sudah menerapkan pola hidup sehat dengan baik/

Melansir dari KOMPAS.com, sebuah penelitian menunjukkan bahwa diabetes erat kaitannya dengan gaya hidup dan pola makan yang berakibat meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh.

Mengutip dari data WHO 2016, 70% dari total kematian di dunia dan lebih dari setengah beban penyakit. 90-95% dari kasus Diabetes adalah Diabetes Tipe 2 yang sebagian besar dapat dicegah karena disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Baca Juga: Pemilik Diabetes Kini Bisa Bernapas Lega, Rutin Minum Air Rebusan Lada Hitam dan Kunyit Setiap Pagi Ampuh Mengatasi Risiko Diabetes hingga Turunkan Kolesterol Jahat

Selain itu, diabetes juga bisa berasal dari faktor keturunan dari orangtua yang menurun ke anaknya secara langsung.

Depkes.go.id menyatakan bahwa Indonesia juga menghadapi situasi ancaman diabetes serupa dengan dunia.

International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017 melaporkan bahwa epidemi Diabetes di Indonesia masih menunjukkan kecenderungan meningkat.

Indonesia adalah negara peringkat keenam di dunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil dan Meksiko dengan jumlah penyandang Diabetes usia 20-79 tahun sekitar 10,3 juta orang.

Sejalan dengan hal tersebut, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) memperlihatkan peningkatan angka prevalensi Diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018; sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti: serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.