Acibadem Jakarta Bantu Hubungkan Pasien Indonesia dengan Perawatan Medis Kelas Dunia di Turki dengan Beragam Fasilitas Berikut Ini

By Geralda Talitha, Sabtu, 23 Juli 2022 | 12:00 WIB
Cara Acibadem Health Care bantu para pasien dari Indonesia untuk berobat di Turki (Nakita.id/Geralda Talitha)

Nakita.idWisata medis menjadi salah satu tren yang semakin berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

Bahkan, setiap tahunnya tercatat sekitar satu juta pasien Indonesia berobat ke luar negeri.

Selain jalan-jalan, mereka juga dapat menikmati perawatan kesehatan bertaraf internasional maupun sekadar mendapatkan konsultasi second opinion.

Salah satu negara yang saat ini yang menjadi tujuan banyak orang dari Indonesia untuk melakukan pengobatan adalah Turki.

Beberapa pengobatan yang sering dilakukan orang-orang dari Indonesia di Turki adalah perawatan estetika, operasi plastik, hingga transplantasi rambut yang belakangan banyak dilakukan para selebriti di Indonesia.

Tak hanya itu saja, masih banyak layanan kesehatan lainnya yang bisa Moms and Dads dapatkan di Turki.

Diantaranya seperti, pelayanan kesehatan untuk pusat kanker, pusat perawatan jantung, pusat Fertilisasi In Vitro, pusat transplantasi organ (hati, ginjal, dan tulang sumsum), pusat tulang belakang, pusat kedokteran olahraga yang telah diakreditasi oleh FIFI hingga pusat bedah robotok.

Disebutkan Mustafa Karadede selaku Business Development Coordinator dari Acibadem Heaedguarter di Turki, ada tiga perawatan yang sangat populer dan banyak dikunjungi orang-orang Indonesia.

“Di antara perawatan-perawatan kelas dunia yang kami tawarkan di Turki, kebanyakan orang Indonesia mengunjungi kami untuk menjalani perawatan transplantasi hati, perawatan onkologi, dan transplantasi sumsum tulang,” ucap Mustafa Karadede.

 Baca Juga: Manfaat Kegiatan Posyandu yang Dapat Dirasakan Masyarakat, Termasuk Kemudahan Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Namun sayangnya, informasi dan bantuan terkait wisata medis tidak selalu mudah ditemukan.

Seperti mencari rumah sakit dan dokter yang tepat di luar negeri, mengatur jadwal kunjungan kesehatan dan rencana perjalanan bolak-balik, serta menentukan akomodasi dan transportasi bisa menjadi tantangan yang cukup rumit bagi pasien dan keluarga.