Nakita.id – Di era digital seperti sekarang, anak-anak semakin akrab dengan gawai, media sosial, hingga berbagai konten hiburan yang tersedia 24 jam.
Sayangnya, kecanduan terhadap konten digital yang bersifat instan dan berulang mulai menimbulkan fenomena baru yang dikenal dengan istilah brain rot.
Fenomena ini mengacu pada penurunan fungsi kognitif akibat terlalu sering mengonsumsi konten digital yang dangkal, cepat, dan minim stimulasi intelektual.
Brain rot bukanlah istilah medis resmi, melainkan istilah populer untuk menggambarkan kondisi otak yang mengalami penurunan daya pikir, fokus, dan kreativitas akibat terlalu lama terpapar konten digital yang tidak sehat.
Konten semacam ini biasanya berupa video singkat, hiburan instan, atau informasi berulang yang tidak membutuhkan pemikiran kritis.
Bagi anak-anak, kondisi ini bisa menjadi ancaman serius karena masa pertumbuhan adalah periode emas perkembangan otak.
Jika sejak kecil mereka terbiasa dengan pola konsumsi digital yang tidak sehat, potensi kognitif yang seharusnya berkembang justru bisa terganggu.
Menjawab keresahan ini, NUVO Family kembali memperluas kampanye 30 Menit Main di Luar melalui kegiatan NUVO ‘Yuk, Main di Luar’ yang kali ini menyasar orang tua dan murid sekolah dasar di Tangerang Selatan.
Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak merasakan langsung ragam aktivitas seru yang tidak hanya mengasah ketangkasan fisik, tetapi juga melatih keberanian dan kreativitas mereka untuk tumbuh sehat dan percaya diri.
Merry Christanty selaku Senior Brand Manager NUVO Family menjelaskan, “Komitmen NUVO Family adalah memberikan perlindungan menyeluruh bagi keluarga Indonesia. Kami percaya bahwa perlindungan menyeluruh tidak hanya melalui rangkaian produk kebersihan diri dari NUVO Family, tetapi juga melalui edukasi kampanye 30 Menit Main di Luar sebagai upaya mendukung generasi muda agar tumbuh cerdas, berani, bebas kuman, dan terhindar dari dampak negatif brain rot akibat paparan gawai berlebih.”
Sejak pertama kali digelar pada 2017, NUVO ‘Yuk, Main di Luar’ telah hadir di lebih dari 20 kota di Indonesia.
Baca Juga: Tips Meningkatkan Kreativitas dan Kepercayaan Diri Anak Perempuan Melalui Permainan yang Kreatif
Kegiatan ini melibatkan tidak hanya anak-anak, tetapi juga orang tua yang mendapatkan pembekalan dari psikolog anak mengenai cara mencegah kecanduan gawai dan membentuk kebiasaan sehat sejak dini.