Stimulasi Si Tukang Acak-Acak

By Ipoel , Selasa, 2 April 2013 | 03:00 WIB
Stimulasi Si Tukang Acak-Acak (Ipoel )

Si kecil suka mengacak-acak, berikan stimulasi yang tepat. Apa sajakah aktivitas yang dapat dilakukan, juga bagaimana stimulasinya, berikut di antaranya:

- Buka-tutup

Umpama, buka tutup laci, lemari, botol, dan sebagainya. Kegiatan yang mungkin menurut kita sederhana ini, tapi sebaliknya bagi si kecil sangatlah menarik. Rasa ingin tahunya begitu tinggi, "Ada apa sih di dalam laci/lemari ini?" misalnya. Oh ya, tak hanya doyan buka-tutup lemari/laci, tapi juga ia tertarik untuk mengacak-acak isinya. Memang kita tak perlu berharap ia akan mengembalikan pakaian, baju dan sebagainya kembali ke dalam lemari, apalagi dengan rapi. Yang penting, secara motorik halus ia makin terasah juga kemampuan berpikirnya karena ia menemukan hal-hal menarik dan pengalaman baru dengan kegiatannya ini.

Dukungan dan stimulasi:

* Beri tahu dengan bahasa si kecil, menarik gagang laci/lemari harus dilakukan hati-hati dan perlahan. Memang takkan bisa sempurna karena kemampuan motoriknya masih belum berkembang baik. Paling tidak ia belajar bahwa membuka atau menutup laci ini harus hati-hati sehingga aman dan tak menimbulkan sesuatu yang tak diinginkan, misalnya jari-jemarinya terjepit atau terjungkal karena menarik laci terlalu kencang. Tetap awasi dan dampingi saat si kecil bermain buka tutup.

* Setelah belajar menarik laci dengan agak perlahan, minta ia untuk menutupnya kembali dengan perlahan pula. Bila ia membongkar-bongkar isinya, maka ajak ia untuk mengembalikan ke dalam laci. Ibu Bapak menjadi contoh dalam melakukan hal ini.

* Perhatikan kondisi pegangan laci tersebut, apakah longgar dan dapat menimbulkan cedera bagi si kecil? Selain itu, perhatikan pula isi laci tersebut apakah ada benda-benda yang bisa menimbulkan bahaya seperti jarum, peniti, silet, cutter, atau gunting. Simpan atau amankan terlebih dulu benda-benda tersebut.

- Pencet-pencet

Tonjolan, lubang, dan tombol sangat besar daya tariknya bagi anak. Di rumah, ketiganya ada pada alat-alat eletronik dan listrik. Jadi hati-hatilah. Ia ingin tahu apa yang akan terjadi kalau sebuah tonjolan itu ditekan, bagaimana kalau jarinya dimasukkan ke dalam lubang stop kontak, apa jadinya kalau tombol-tombol yang ada dipencet dan diputar?

Dukungan dan stimulasi:

* Perhatikan apa yang hendak dipencet si kecil, kalau misalnya tombol suara, bisa jadi ia memencetnya hingga suara yang keluar memekakkan telinga dan membuatnya kaget. Lantaran itu, beri tahu si kecil, kalau memencet tanda positif/tambah berarti suara yang keluar akan membesar, sebaliknya kalau memencet tanda minus/kurang, maka suara itu akan mengecil.

* Saat memencet atau memutar tombol, anak jadi mengenal angka yang tertera di tombol itu. Kenalkan pada anak secara bertahap dan berulang. kalau yang dipencet adalah saklar lampu. Ia bisa belajar bahwa lampu bisa menyala dan padam kalau tombolnya dipencet. Hal ini sungguh menarik perhatiannya. Kenalkan arti “terang” dan “gelap” pada anak.