Nakita.id - Setelah Si Kecil dilahirkan ke dunia, seorang ibu wajib memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada buah hatinya.
Pemberian ASI dapat Moms lakukan secara eksklusif kepada Si Kecil hingga usianya menginjak enam bulan.
Kemudian setelah itu, Moms pun tetap dapat memberikan ASI dengan sembari memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) hingga usia Si Kecil dua tahun.
Ketika Si Kecil sudah dua tahun, sudah saatnya Moms untuk melepas ASI atau menyusui Si Kecil, yang mana proses ini dinamakan dengan menyapih.
BACA JUGA: Seorang Selebgram Keluhkan Banyak Asap Saat Seremoni Penutupan Asian Games 2018
Menyapih adalah proses di mana Si Kecil mulai mendapatkan nutrisi dari asupan lain selain dari ASI yang selama ini Moms beri kepadanya.
Tak mudah ketika Moms dan Si Kecil mulai memasuki proses menyapih, bahkan seringkali terjadi drama kecil antara Moms dan Si Kecil.
Seperti Si Kecil tetap enggan untuk tidak menyusu langsung dari payudara Moms, atau Moms yang mengalami pembengkakan payudara akibat ASI yang tidak dikeluarkan.
Dengan demikian, dibutuhkan perjuangan keras antara Moms dan Si Kecil saat proses menyapih.
BACA JUGA: Tak Ada Kaitannya dengan Penyakit, Konsumsi MSG Aman untuk Kesehatan
Namun, apabila Moms tidak dengan segera menyapih Si Kecil ketika usianya telah dua tahun, hal itu bisa memicu risiko buruk pada kesehatan Si Kecil.
Melansir dari laman parenting.com, Si Kecil yang tetap menyusu hingga melewati usia dua tahun bisa mengalami kerusakan gigi.
Semakin lama Ia menyusu dan melewati batas 24 bulan, maka semakin besar risiko itu mengintai Si Kecil.