Nakita.id - Tak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 berdampak di segala aspek kehidupan.
Bahkan, tidak ada yang siap menghadapi pandemi Covid-19.
Penyesuaian-penyesuaian dalam berkegiatan kini jadi pilihan terakhir.
Tentu, hal tersebut dimaksudkan untuk memutus rantai penyebaran virus corona.
Kehidupan normal baru telah dijalankan. Sekolah, bekerja dan kegiatan lain banyak dilakukan di rumah.
Baca Juga: Ingin Tingkatkan Skill dan Punya Penghasilan Tambahan Saat Pandemi? Caranya Mudah!
Terlihat sepele, tapi tanpa disadari ada perubahan perilaku masyarakat ketika banyak menghabiskan kegiatannya di rumah selama pandemi.
Perasaan jenuh yang muncul selama berkegiatan di rumah tanpa disadari memicu fenomena doomscrolling.
Mengutip dari Healthline, fenomena doomscrolling menggambarkan perilaku seseoarng yang cenderung berselancar di media sosial secara terus-menerus.
Penelurusan di media sosial dalam fenomena tersebut condong pada berita negatif.
"Pandemi ini telah memunculkan kebiasaan buruk banyak orang,salah satunya mengakses berita negatif terus-menerus," ucap psikiater dari NYU Langone Health New York.
Baca Juga: Tak Bisa Digunakan Sembarangan, Ini 5 Langkah Memakai Masker yang Sehat dan Aman dari Kemenskes
Pemicu doomscrolling
Dikutip Kompas.com dari Cleveland Clinic, seorang psikolog klinis bernama Susan Albers menjelaskan yang jadi pemicu fenomena doomscrolling.
Salah satu yang jadi pemantik yaitu dorongan dalam diri seseorang ingin memenuhi kebutuhan untuk mendapatkan informasi sehingga bisa mengonfirmasi perasaan mereka.
"Saat berada dalam suasana hati yang buruk, kita merasa btuuh informasi untuk mengonfirmasi perasaan. Membaca berita negatif akan menegaskan kembali perasaan kita," ucap Albers.
Fenomena tersebut muncul di saat seseorang waktu luang yang cukup banyak sehingga merasa bosan atau jenuh.
Secara tidak sadar, membaca berita buruk bisa memicu dampak negatif pada kesehatan mental seseorang.
Dampak buruk doomscrolling
Doomscrolling faktanya bisa menjadi salah satu adanya gangguan obsesif kompulsif atau OCD.
OCD akan membuat otak terus memikirkan topik serupa yang memicu kebiasaan doomscrolling.
Hal itu dilakukan bisa jadi untuk menekan rasa cemas.
Ada baiknya mulai sekarang lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Sebab, fenomena doomscrolling ini bisa membawa dampak buruk, berikut Nakita.id rangkum beberapa di antaranya:
- Serangan panik
- Mengganggu pola tidur
- Cemas berlebih
- Meningkatnya kortisol pada tubuh sehingga memicu gangguang fisik dan mental
Demi menjaga kesehatan mental, batasi menggunakan media sosial dengan memberi jeda selama 15 menit.
Apabila gangguan masih berlanjut, sebaiknya melakukan terapi khusus pada ahli kesehatan mental.
Buka Cabang ke-14, Nikmati Kelezatan Kuliner di Justus Steakhouse Asthana Kemang
Source | : | Kompas.com,Healthline,Cleveland Clinic |
Penulis | : | Yosa Shinta Dewi |
Editor | : | Cynthia Paramitha Trisnanda |
KOMENTAR