Nakita.id - Seberapa penting, sih, mencukur bulu ketiak secara berkala?
Banyak wanita yang mencukur bulu ketiak untuk alasan kenyamanan diri.
Tak banyak yang tahu, mencukur bulu ketiak juga baik untuk kesehatan badan, terutama di bagian ketiak.
Seperti yang kita ketahui, ketiak memproduksi keringat.
Tak jarang juga keringat yang diproduksi ketiak seringkali berlebih dan menimbulkan bau yang lebih tajam.
Dilansir dari Medical News Today, bakteri, kotoran, dan keringat akan lebih mudah terjebak di bulu ketiak.
Inilah yang membuat bau tubuh sering kali menjadi lebih menyengat.
Agar tidak mudah menyebabkan bau badan, salah satu solusinya adalah menggunakan deodoran.
Deodoran membunuh bakteri yang ada pada kulit ketiak.
Keringat pada ketiak juga kerap membuat kita tidak percaya diri.
Apalagi, jika keringat pada ketiak membuat basah dan tercetak di pakaian.
Deodoran memiliki kandungan antiperspiran untuk mengatasi masalah ini.
Kandungan antiperspiran dalam deodoran berguna untuk mengurangi jumlah keringat yang keluar.
Maka dari itu, menggunakan deodoran juga bisa meminimalisasi produksi keringat di ketiak.
Namun, sebenarnya boleh atau tidak, sih, menggunakan deodoran tepat setelah bercukur?
Dilansir dari Bustle, setelah mencukur kulit ketiak akan lebih sensitif.
Sebab, saat dicukur kulit ketiak bagian epidermis akan menipis.
Hal ini bisa membuat kulit ketiak akan lebih mudah mengalami iritasi.
Iritasi pada ketiak ditandai dengan rasa gatal dan sedikit perih di bagian ketiak setiap sehabis bercukur.
Walaupun sudah mencukur bulu ketiak, kita tetap membutuhkan deodoran.
Mengapa?
Sebab, pada dasarnya mencukur bulu ketiak tidak akan mengurangi produksi keringat.
Sehingga, kita tetap butuh deodoran untuk mengurangi produksi keringat berlebih pada ketiak.
Namun, menggunakan deodoran tepat setelah bercukur juga kurang baik, Moms.
Deodoran mengandung senyawa kimia yang kurang baik bagi kulit yang sensitif.
Kulit yang masih sensitif jika langsung diberikan deodoran akan membuat tidak nyaman.
Selain itu, risiko iritasi dengan gejala yang lebih parah juga bisa terjadi.
Jika tidak ingin memiliki ketiak yang gelap, maka jangan lakukan hal ini.
Mengaplikasikan deodoran setelah bercukur juga bisa membuat ketiak semakin gelap.
Lalu, bagaimana solusi agar tidak memproduksi keringat berlebih setelah bercukur?
Ada baiknya, setelah bercukur jangan mengaplikasikan deodoran terlebih dahulu.
Setelah bercukur, biarkan ketiak 'beristirahat' dulu dari paparan deodoran.
Namun, bagaimana jika harus segera beraktivitas? Bukankah wajib mengaplikasikan deodoran?
Sebaiknya, bercukur dilakukan tidak pada waktu yang terdesak oleh aktivitas lain.
Bercukur paling tepat dilakukan di waktu senggang.
Malam hari adalah waktu yang tepat untuk mencukur bulu ketiak.
Selain karena waktu senggang, Moms bisa langsung tidur setelah mencukur bulu ketiak.
Sehingga, kulit ketiak bisa terhindar sejenak dari paparan deodoran.
Dilansir dari Medicinenet.com, deodoran mengandung aluminum hidroklorida yang kerap menyebabkan kulit iritasi.
Esoknya, saat Moms hendak beraktivitas bisa langsung mengaplikasikan deodoran.
Berikut adalah beberapa tips lain untuk menjaga kesehatan kulit ketiak saat bercukur:
1. Eksfoliasi
Dilansir dari Healthline, eksfoliasi sebelum bercukur sangat penting. Mengapa?
Kotoran karena keringat bisa saja menempel di bulu ketiak, begitu juga dengan bakteri yang menyebabkan bau badan.
Kotoran dan bakteri ini bisa saja menyumbat pori-pori pada ketiak.
Selain itu, bakteri juga membuat iritasi semakin parah dan hanya akan membuat ketiak semakin hitam.
2. Lakukan saat mandi
Mencukur akan lebih baik dilakukan pada saat mandi.
Selain karena membutuhkan eksfoliasi sebelum mencukur, ketiak yang hendak dicukur harus dalam keadaan basah.
Kulit yang basah bisa sedikit mengatasi kulit yang menjadi sensitif.
Dengan dibasahi paling tidak bisa melembabkan, membuka pori-pori dan melembutkan kulit ketiak.
Saat dibasahi juga mengurangi risiko lecet karena terkena silet.
3. Ke segala arah
Cara mencukur yang benar adalah dengan menarik kulit sedikit lalu cukur bulu searah dengan pertumbuhan rambut.
Rambut ketiak bisa saja tumbuh tidak searah satu dengan yang lainnya.
Mencukur bulu ketiak searah dengan pertumbuhan rambut bisa membuat rambut yang tumbuh kembali lebih lembut.
Dilansir dari Healthline, jangan sampai mencukur dengan tergesa-gesa karena akan menyebabkan iritasi.
4. Aplikasikan aloevera setelah mencukur
Karena tidak disarankan untuk mengaplikasikan deodoran atau antiperspiran setelah mencukur, sebaiknya gunakan aloevera sebagai gantinya.
Sebab, aloevera memiliki khasiat untuk meredakan iritasi setelah dicukur.
Bisa juga menggunakan pelembab khusus untuk ketiak agar kulit ketiak lebih lembut.
Namun, saat mengaplikasikannya, pastikan ketiak sudah dalam keadaan kering.
Ingat, Moms, mencukur memang penting untuk kebersihan diri.
Namun, perlu tahu juga mencukur ketiak dengan cara yang benar, salah satunya dengan menghindari pemakaian deodoran beberapa jam setelah mencukur.
Belanja Baju Lebaran yang Seru dan Menyenangkan Lewat Koleksi Athleisure Premium dan Workshop DIY Eid Aksesoris
Source | : | Healthline,medicine net,Bustle,Medical News Today,BBC |
Penulis | : | Amallia Putri |
Editor | : | Ratnaningtyas Winahyu |
KOMENTAR