Nakita.id - Duh, jangan sampai sampah di rumah jadi menumpuk.
Sampah yang menumpuk di dalam rumah hanya akan membuat rumah menjadi tidak higienis.
Penumpukan sampah di rumah menjadi target bakteri dan hewan pengganggu lainnya untuk berkembang biak.
Seperti yang kita ketahui, sampah sebenarnya ada dua jenis.
Pertama, sampah yang bisa diurai adalah jenis sampah yang biasanya membutuhkan waktu sangat cepat untuk terurai.
Cukup membutuhkan waktu beberapa hari saja sampah tersebut bisa terurai, misalnya kulit buah atau sisa sayuran.
Sedangkan ada juga yang membutuhkan waktu lama untuk bisa terurai, atau bahkan tidak bisa terurai sama sekali.
Mengapa hal ini perlu diatasi?
Membuang sampah sembarangan, apalagi yang tidak bisa terurai, hanya akan membahayakan diri kita dan lingkungan.
Hal ini menjadi perhatian setelah beberapa waktu lalu seorang warga kota Palu, Sulawesi Tengah, menyelamatkan buaya yang lehernya terikat oleh ban.
Melansir dari Kompas, menurut beberapa media asing buaya tersebut terperangkap selama lima hingga enam tahun lamanya.
Sudah ada banyak pihak yang mencoba untuk menyelamatkan buaya tersebut, bahkan aktivis lingkungan dari luar negeri.
Sayangnya hal ini tidak berhasil dan baru bisa berhasil awal Februari 2022 lalu.
Ternyata, sampah yang tak bisa terurai memiliki dampak besar untuk makhluk hidup.
Sampah-sampah yang tak bisa terurai disebabkan karena bakteri tidak mampu untuk mengurainya.
Melansir dari Columbia Daily Tribune, sebenarnya ada beberapa jenis sampah yang bisa terurai dengan paparan sinar UV dari matahari, misalnya plastik.
Walaupun bisa terurai melalui sinar UV, hal ini membutuhkan waktu yang sangat lama.
Maka dari itu, Moms harus tahu apa saja dan berapa lama sampah untuk terurai.
Berikut ini adalah daftar sampah serta durasi yang dibutuhkan untuk bisa terurai:
1. Wadah makan styrofoam: 1 juta tahun
2. Botol plastik: 450 tahun
3. Kantong plastik dari pusat perbelanjaan: 200 sampai 500 tahun
4. Popok sekali pakai: 450 tahun
5. Kaleng alumunium: 80 hingga 200 tahun
6. Karet, seperti ban dan sol sepatu: 50 hingga 80 tahun
7. Gelas kertas: 20 tahun
8. Puntung rokok: 10 tahun
Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi sampah-sampah yang tak bisa terurai ini?
Ini dia tips untuk Moms yang ingin mulai kebiasaan baik dalam mengelola sampah:
1. Hubungi fasilitator pengelolaan sampah
Di Indonesia saat ini sudah ada beberapa komunitas yang membuka jasa pengelolaan sampah.
Biasanya, mereka akan meminta Moms untuk mengumpulkan sampah yang tidak bisa terurai seperti botol kaca, plastik, karet, dan lain sebagainya.
Setelah itu, mereka akan mengakumulasi sampah tersebut untuk nantinya dikelola dengan cara yang tidak merusak lingkungan.
Cari info sebanyak-banyaknya tentang fasilitator pengelolaan sampah atau bank sampah yang ada di sekitar Moms.
2. Kurangi penggunaannya
Mulai sekarang, kurangi penggunaan jumlah sampah yang tidak bisa terurai.
Misalnya seperti plastik yang didapat dari pusat perbelanjaan.
Sampai saat ini sudah mulai banyak pusat perbelanjaan yang meminta pengunjung untuk membayar plastik belanja atau bahkan tidak menyediakan sama sekali.
Apapun situasinya, ada baiknya Moms menggunakan kantong belanja sendiri untuk mengangkut barang belanjaan.
Hal ini tentu akan jauh lebih ramah lingkungan.
3. Menggunakan kembali barang yang masih bisa digunakan
Ada beberapa sampah barang yang Moms masih bisa gunakan di rumah.
Misalnya, Moms bisa menggunakan botol plastik bekas untuk dijadikan pot tanaman.
Apabila masih ada barang yang masih bagus, ada baiknya untuk didonasikan saja.
Dengan begitu, Moms bisa memulai mengelola sampah dengan lebih baik, terutama sampah yang tidak bisa atau lama untuk terurai.
Source | : | Live Science,Kompas,Herald,columbia tribune,Vabva |
Penulis | : | Amallia Putri |
Editor | : | Cynthia Paramitha Trisnanda |
KOMENTAR