Anak yang Punya Banyak Teman Bisa Tumbuh Lebih Sehat

By Dini Felicitas, Jumat, 19 Mei 2017 | 05:45 WIB
Saat bermain bersama, anak cenderung meniru perilaku dari anak yang dianggap sebagai model idealnya. (Dini Felicitas)

Nakita.id - Apakah si kecil termasuk anak yang punya banyak teman? Kalau ya, ada kabar baik untuk Ibu. Riset yang dimuat di jurnal Pediatrics memaparkan, faktor pertemanan ternyata bisa mempengaruhi gaya hidup anak, dalam hal ini aktivitas kesehariannya.

Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menemukan, jika dalam kelompok teman si kecil terdapat anak yang punya gaya hidup aktif, anak-anak lain pun akan berpeluang enam kali lipat lebih besar untuk menjalani gaya hidup serupa.

Menurut ahli, kekuatan persahabatan dapat jadi solusi untuk menurunkan angka obesitas di kalangan anak-anak. Selama ini, salah satu penyebab tingginya obesitas pada anak adalah kurangnya aktivitas fisik. "Sejumlah program yang telah diluncurkan untuk menekan angka obesitas di kalangan anak-anak kerap tidak efektif. Namun, hasil riset ini memperlihatkan bahwa jaringan pertemanan bisa memberi hasil yang mungkin tidak dapat dicapai oleh program lainnya," peneliti Sabina B. Gesell, PhD, dari Vanderbilt University School of Medicine, Nashville, Amerika Serikat.

Riset yang dilakukan oleh Gesell dan rekan-rekannya ini melengkapi penelitian sebelumnya yang memperlihatkan adanya pengaruh jaringan sosial terhadap penurunan berat badan di kalangan dewasa.

Memang, lanjut Gesell, menjadi anak yang aktif bergerak tidak lantas menjamin ia bakal punya banyak teman. Tapi, ketika melakukan aktivitas fisik bersama, anak-anak cenderung menyesuaikan level aktivitasnya dengan teman sekelompoknya. Pengaruh pertemanan bisa membuat anak jadi lebih aktif, atau sebaliknya malah semakin tidak aktif, demikian menurut peneliti.

Sementara itu, sosiolog Mark Pachucki, PhD, dari University of California, yang tidak terlibat dalam riset ini menyatakan, keberadaan anak lain yang dianggap sebagai role model dapat berpengaruh pada si kecil.

"Saat bermain bersama, anak Ibu akan cenderung meniru perilaku dari anak yang dianggap sebagai model idealnya," kata  Pachucki. "Anak yang kemampuan bermain bolanya rata-rata, misalnya sebaiknya bermain dengan anak yang punya kemampuan lebih baik. Hal yang sama berlaku untuk pola makan. Jika anak Ibu punya teman yang terbiasa makan sehat, ia pun akan ikut makan sehat."

Jadi, jika Ibu ingin si kecil tumbuh jadi anak yang sehat dan terhindar dari obesitas, perkenalkanlah dia pada teman-teman yang aktif bergerak. Saat bermain bersama, si kecil pun akan terdorong untuk menjadi lebih aktif bergerak.