Bayi Boleh Makan Apa Saja! Yuk Mengenal Metode Pemberian MPASI Baby Led Weaning

By Saeful Imam, Jumat, 28 Juli 2017 | 05:45 WIB
Makanan untuk bayi diare perlu Ibu perhatikan untuk membantunya sembuh (Santi Hartono)

Nakita.id – Sebagai ibu millenials, Ibu mungkin sering mendengar metode lain dalam pemberian MPASI yaitu Baby Led Weaning (BLW). Tidak seperti pemberian MPASI, bayi dibebaskan untuk memilih makanan mana yang mereka makan. Konon, pemberian makan BLW membuat bayi lebih menikmati acara makannya. Ia juga lebih tahu kapan ia siap mengunyah atau memasukkan makanan ke mulutnya, bandingkan bila orangtua yang memasukkan makanan ke mulutnya. Bayi juga lebih bebas bereksplorasi dan belajar tentang makanan yang ia makan. Ia juga belajar mengendalikan diri dengan makanan, kapan ia harus menghentikan makan, menambah porsi, dan lain-lain.  

Semua itu terjadi karena dalam metode ini, Ibu membiarkan si kecil mengambil sendiri makanan yang berbentuk finger food atau makanan yang bisa diambil dan dimakan sendiri oleh bayi. Metode ini sendiri mungkin membawa pro dan kontra. Bagi Ibu yang ingin mencoba metode ini ada baikya menghindari beberapa hal berikut ini.

Baca juga: Pilihan Sayuran dan Buah Pertama untuk MPASI

1. Terburu-buru saat memberi bayi makan

Clacy Cahs Harrison, penulis buku Feeding Baby mengungkapkan Ibu perlu paham benar tujuan dari metode BLW. “Metode ini melatih koordinasi tangannya serta membantunya mengenal tekstur dan rasa,” ujarnya.

Maka, Ibu perlu sedikit sabar jika melakukan metode ini. Pilih waktu makan yang tepat sebab jika bayi merasa tidak nyaman tentunya ia akan menolak untuk makan. Durasi makan juga perlu diperhatikan. Jangan meminta anak terburu-buru untuk mengambil makananya sebab bayi membutuhkan waktu untuk mengambil makanannya sendiri.

Baca juga:5 Jenis MPASI Terbaik Untuk Kesehatan Bayi 

2. Jangan mengenalkan makanan baru terlalu cepat

Coba bayangkan ketika anak mendapatkan berbagai makanan dengan rasa, tekstur, bau dan warna berbeda setiap harinya. Hal ini akan membuatnya bingung dan justru membuat anak menolak untuk makan seluruhnya.

Saat mengenalkan jenis makanan baru biarkan ia mencobanya beberapa kali untuk kenal dengan rasanya. Setelah terbiasa baru beberapa hari setelahnya dikenalkan dengan makanan baru lainnya. Cara ini juga baik untuk mengenali alergi makanan yang mungkin terjadi pada bayi.

Baca juga: 4 Alasan MPASI Diberikan Setelah 6 Bulan 

3. Tidak membuat suasana makan yang menyenangkan

Saat anak makan sendiri, Ibu mungkin merasa kesal karena makannya lama atau anak yang menolak makanan. Hal ini bisa saja disebabkan karena waktu makan yang kurang menyenangkan.

Ibu perlu menciptakan waktu makan yang menyenangkan. Ayah dan Ibu juga perlu ikut makan bersama si kecil. Interaksi yang menyenangkan juga membantu anak senang dengan waktu makan. Jangan marah juga jika anak berkesplorasi dengan makanan yang sedang ia konsumsi.

4. Tidak memerhatikan keselamatan anak

Salah satu risiko menggunakan metode BLW adalah anak jadi rentan tersedak. Natalia Stasenko, seorang ahli gizi dan penulis Real Baby Food mengungkapkan beberapa jenis makanan yang rentan membuat anak celaka.

Hindari makanan yang terlalu kecil misalnya anggur dan kismis. Hindari pula sayuran yang tidak matang dengan tekstur terlalu keras ataupun makanan dengan tekstur yang terlalu lengket. Ingat bahwa keselamatan bayi menjadi hal terpenting untuk Ibu pahami.