ASI atau Formula. Ketahui Dulu Hal-hal yang Ibu Perlu Tahu

By Soesanti Harini Hartono, Kamis, 9 November 2017 | 05:15 WIB
Nutrisi ASI yang Diterima Bayi Berbeda Berdasarkan Jenis Kelaminnya (Avrizella Quenda)

Nakita.id - Kegiatan menyusui dianggap sebagai aktivitas yang terbaik dalam pemberian nutrisi bayi di tahap awal kehidupan. American Academy of Pediatrics mendukung dan merekomendasikan ibu menyusui setidaknya minimal selama enam bulan, dan sebaiknya selama 12 bulan pertama.

"Pada enam bulan, kebutuhan gizi bayi meningkat dan mereka membutuhkan makanan padat. Tapi sebaiknya ibu terus menyusui setidaknya satu tahun atau lebih jika memungkinkan," jelas Larry Noble, MD, FAAP, spesialis neonatologis dan menyusui di New York.

Mengapa susu ibu dianggap terbaik? Salah satu keistimewaan utama pemberian ASI adalah antibodi yang ditemukan pada susu ibu yang kemudian diteruskan ke bayi guna mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Serangkaian laporan di Jurnal Medis The Lancet menemukan, peningkatan jumlah bayi yang disusui sebelum usia enam bulan akan mengurangi biaya medis di Amerika Serikat.

Baca juga : Cara Membuat Bayi Nyaman Minum ASI dari Botol

"ASI mengandung banyak faktor yang mencegah penyakit. ASI berisi sekresi IgA, antibodi penting yang melindungi bayi dari infeksi spesifik, dan berbagai jenis sel darah putih yang dapat menemukan dan menghancurkan infeksi," tutur Larry, yang juga seorang profesor pediatri di Mount Sinai School of Medicine.

Yang terpenting, ASI mengandung probiotik, mikrobiota normal yang menjajah usus dan mencegah bakteri patogen berkembang.

"Mikrobiota yang sehat menurunkan penyakit masa kanak-kanak dengan mengurangi reaksi inflamasi di tubuh," tambah Larry.

Ada bukti bahwa jika seorang bayi terinfeksi, ASI akan meningkatkan jumlah sel darah putih dan imunoglobulinnya, dan dapat meningkatkan antibodi spesifik untuk infeksi bayi. Dengan cara itu, ASI berfungsi sebagai obat selain makanan.

Alasan lain mengapa setiap ibu harus memberi ASI pada buah hatinya, yakni sebagian besar bayi merasa lebih mudah mencerna ASI daripada susu formula.

ASI mengandung protein laktosa, whey, kasein, dan lemak, yang merupakan campuran nutrisi yang sempurna menurut para ahli.

Sementara, pemberian susu formula juga telah meningkat selama bertahun-tahun dan kandungan di dalamnya mampu meniru susu alami, walau beberapa vitamin dan mineral tidak banyak tersedia seperti yang ada pada ASI.

ASI juga bisa membuat anak lebih toleran terhadap makanan baru di masa depan, karena ini ASI membantu mengenalkan bayi pada banyak rasa.

Baca juga : Ini Dia Susu Terbaik Untuk Anak

Bagi Ibu yang tidak bisa menyusui bayinya karena memiliki masalah medis dan sebagainya, pemberian susu formula dipandang aman. 

"FDA mengatur susu formula bayi sebagai makanan dan memastikan mereka memenuhi persyaratan nutrisi yang telah ditetapkan. Semua susu formula bayi aman dan mengandung nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi," imbuh Larry.

Manfaat susu formula lain, Ayah bisa terlibat untuk menyiapkan dan memberikan susu pada si bayi sehingga Ibu punya waktu istirahat lebih banyak.

Baca juga : Ini Cara Mengetahui Takaran ASI yang Cukup untuk Bayi

Memutuskan untuk menyusui atau susu formula bergantung pada faktor pribadi, termasuk apakah Ibu memiliki masalah dalam menyusui, apakah Ibu memiliki komplikasi kesehatan yang membuatnya berisiko untuk menyusui, dan sebagainya.

Larry mengatakan kepada para ibu bahwa waktu tersulit untuk menyusui adalah pada awalnya. Setelah rutin terbentuk, lebih mudah untuk melanjutkan. "Jadi sebelum menyentuh botol, cobakan ASI dulu  karena Ibu akan tahu manfaatnya pada akhirnya," tutup Larry.