7 Fakta Infeksi Saluran Kemih pada Bayi dan Batita! Waspada, Dampaknya Bisa Mematikan

By Soesanti Harini Hartono, Kamis, 16 November 2017 | 06:00 WIB
Jika Anak Mengalami Sembelit (Puri)

Nakita.id - Ibu yang kurang memerhatikan kondisi kebersihan menyebabkan timbulnya infeksi yang terjadi pada anak. Salah satu infeksi yang mungkin dialami bayi atau pun balita ialah infeksi saluran kemih.

Infeksi saluran kemih pada anak bisa saja ditandai dengan nafsu makan buruk, sehingga menyebabkan diare dan muntah.

Maka jangan heran jika si kecil mengalami infeksi saluran kemih, ia akan mengalami penurunan berat badan. Selain itu, anak akan cenderung cepat rewel, diikuti dengan demam.

Ibu perlu waspada karena hal ini bisa berdampak serius jika telat dalam mengobatinya. Berikut 7 fakta yang wajib Ibu tahu seputar infeksi saluran kemih pada anak dan bayi:

Baca juga : Kebiasaan Ini Dapat Mencegah Infeksi Saluran Kemih

1. Gejalanya tidak tampak pada bayi

Salah satu tanda yang terlihat jelas bila anak mengalami infeksi saluran kemih (ISK) ialah anak menangis dan mengeluh sakit saat buang air kecil. Jika hal ini terjadi, American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan untuk segera diperiksa ke dokter.

Ibu juga harus memerhatikan dengan seksama warna urin si kecil, apakah warnanya keruh, berdarah atau berbau busuk yang kuat. Tanda lainnya yaitu, demam, muntah, sakit perut dan lesu, kata Dr Oh Meng Choo, seorang dokter anak di Kids Clinic, Singapura.

Namun, ada sekitar satu dari 20 bayi yang mengalami demam tanpa gejala ISK umum lainnya. Kurangnya tanda-tanda terjadinya infeksi ini sering tidak terdeteksi pada bayi, catat AAP.

2. Popok basah yang kotor adalah tempat berkembang biak yang ideal bagi kuman

Banyak jenis bakteri penyebab ISK juga ditemukan di usus besar, yang paling umum adalah Escherichia coli (E Coli), kata Dr Leo Deng Jin, seorang dokter anak di Thomson Pediatric Center, Bukit Panjang.

Dia menjelaskan, kebanyakan kasus ISK disebabkan oleh bakteri di sepanjang bagian bawah saluran kemih, seperti uretra (jalur yang membawa air kencing dari kandung kemih keluar dari tubuh), naik dan menyerang bagian atas, menyebabkan infeksi.

Bayi dan batita adalah yang paling rentan terhadap ISK karena mereka sering menggunakan popok. Mereka juga cenderung buang air kecil lebih sering daripada orang dewasa karena kandung kemihnya lebih kecil.