Tolong Berlindung! BMKG Beri Peringatan Pada Sabtu 19 Maret 2022, Mulai Aceh hingga Maluku Utara Bakal Dilanda Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Kilat sampai Angin Kencang

By Aullia Rachma Puteri, Sabtu, 19 Maret 2022 | 07:16 WIB
BMKG beri peringatan adanya cuaca ekstrem pada Sabtu 19 Maret 2022 (Pexels.com)

Nakita.id - Sebelum melakukan perjalanan jauh, baiknya Moms dan Dads harus mengetahui prediksi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Karena belum lama ini BMKG beri peringatan cuaca ekstrem untuk Indonesia pada Sabtu 19 Maret 2022. Cuaca ekstrem ini meliputi hujan lebat yang disertai kilat hingga terjadinya angin kencang.

Bukan tanpa alasan, BMKG memberikan informasi mengenai cuaca ekstrem di Indonesia agar masyarakat waspada dan bisa menjaga diri dari bahaya yang bisa ditimbulkan.

Menurut perkiraan BMKG, sebanyak 30 wilayah berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

28 wilayah tersebut di antaranya Sumatera Utara, Bengkulu, Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo dan Maluku.

Lalu sisanya akan mengalami hujan dan angin kencang saja.

Bukan tanpa alasan Indonesia dilanda cuaca ekstrem tapi karena ada alasannya.

Yaitu adanya Bibit Siklon Tropis 93S diprediksi akan bergerak ke arah barat laut menuju Samudra Hindia selatan Jawa Timur - NTB, menjauhi wilayah Indonesia.Potensi Bibit Siklon Tropis 93S untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada pada kategori rendah.

Baca Juga: BERITA POPULER: BMKG Mendadak Beri Peringatan pada Kamis 17 Maret 2022 Akan Terjadi Cuaca Ekstrem hingga Rahasia Rambut Hitam Bebas Uban Cuma Putih Telur Dicampur Garam Digunakan Sebagai Masker

 Meskipun demikian, bibit siklon tropis ini dapat membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Samudra Hindia selatan NTT hingga Bali dan dari Laut Flores hingga NTT.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi bagian selatan, serta meningkatkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur - NTT.

Terpantau pula sirkulasi siklonik di perairan utara Kalimantan yang membentuk daerah konvergensi memanjang dari Laut China Selatan hingga Kalimantan Barat, dan di Kalimantan Utara.