American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa VBAC lebih aman daripada melahirkan caesar secara berulang.
Namun tak dapat dipungkiri, VBAC kadangkala disertai dengan serangkaian risiko dan kemungkinan komplikasi yang bisa saja terjadi. Salah satunya ialah risiko ruptur uterus.
Kondisi ini terjadi pada sekitar 1 dari 500 perempuan yang melahirkan secara normal, terutama bagi mereka yang persalinannya harus diinduksi.
Berikut ini beberapa risiko yang sebaiknya dipertimbangkan dan dipersiapkan sebelum melakukan VBAC.
Baca Juga : Berita Kesehatan: Posisi Tidur Ibu Hamil Yang Aman dan Nyaman
Baca Juga : Berita Hoax Kesehatan: Payudara Besar Tanda Hamil Anak Laki Laki?
Baca Juga : Berita HOAX Kesehatan: Kandungan Flouride Dalam Air Mineral Menurunkan IQ Anak
Baca Juga : Berita HOAX Kesehatan: Flash Kamera Menyebabkan Kebutaan Pada Bayi
- Operasi caesar yang disertai dengan risiko
- Tinggal di rumah sakit berkepanjangan sekitar 4 sampai 5 hari, kecuali komplikasi
- Kemungkinan infeksi pada rahim, kandung kemih, atau insisi bedah
- Kemungkinan cedera pada kandung kemih, usus, atau organ terdekat lainnya
- Kemungkinan nyeri dan ketidaknyamanan insisi bedah