Nakta.id - Sejak Rabu (26/12/2018) pukul 13.00 WIB tercatat 430 korban meninggal dunia akibat tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan.
Rinciannya, ada 290 koran meninggal dunia di Kabupaten Pandeglang, 113 Lampung Selatan dan 25 korban meninggal dari Serang.
Adapun, korban luka-luka tercatat terdapat 1.495, 159 orang hilang, dan 21.991 orang mengungsi.
Baca Juga : Steve Emmanuel Diduga Tersandung Kasus Narkoba, Lihat Potretnya Ketika Digelandang ke Kantor Polisi
Terkait kerusakan infrastruktur, data BNPB mengungkapkan, 924 rumah rusak, 73 penginapan rusak, 60 warung rusak, 1 dermaga dan 1 tempat berlindung atau shelter rusak.
Beberapa korban yang selamat yang berasal dari luar kota kini telah kembali ke daerah masing-masing.
Seperti 25 mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang yang selamat dari terjangan tsunami.
Baca Juga : Pengakuan Hilda Vitria Tentang Berbagai Bukti Pernikahannya dengan Kriss Hatta: 'Itu Cincin Couple Biasa'
Saat tsunami terjadi, ke 25 mahasiswa itu sedang melangsungkan survey sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat di daerah Lampung.
Nahas, ketika sedang melangsungkan tugas dari kampusnya itu para mahasiswa ini malah diterjang ombak tsunami.
Salah satu mahasiswa yang bernama Dinda Ayu Oktaviana bercerita bagaimana dirinya hampir tewas dalam bencana itu.
Mulanya ia berpegangan pada sebuah pagar rumah ketika tsunami menerjang.
Sayangnya, ombak yang menerjang itu membuatnya terlepas dari pegangan.
Baca Juga : Kembaran Ifan Seventeen Ungkap Firasatnya yang Jadi Kenyataan Sebelum Tsunami Terjadi
Ia tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya, apakah ia akan mati atau masih hidup.
"Waktu pegangan pager tu, arus tu udah cepet banget sampe-sampe pegangan tangan saya pun udah lepas, hanyut, udah nggak tahu mau idup atau enggak gitu," jelas Dinda Ayu Oktaviana, Mahasiswa UNDIP yang selamat dilansir dari akun Instagram @metrotv.
Beberapa saat, Dinda sempat terombang-ambing dalam air laut yang menerjangnya sembari berdoa.
Baca Juga : Hidup Bergelimang Harta, Lihat Apartemen Maia Estianty yang Miliki Lift Pribadi!
"Abis itu di mulut udah terucap Allahu Akbar, Subhanallah sama istigfar doang gitu kan, air udah sedada, berdiri pun nggak bisa, terhanyut kanan kiri kanan kiri," tambahnya.
Ketika terombang-ambing, katanya ia berada tepat di depan sebuah musala.
Untuk bertahan, Dinda pun berpegangan pada sebuah ujung tembok agar tidak terseret arus.
Baca Juga : Momen Mengharukan Gading Rayakan Natal Bersama Gempi, Gisel Tak Tampak
Tidak disangka, ombak yang datang makin kencang menghantam, alhasil, pegangan tangan Dinda kembali terlepas.
Untungnya, kaca jendela musala pecah sehingga ia bisa masuk ke dalamnya untuk bertahan dari arus yang terus menerjang.
Baca Juga : Anak Usia 6 Tahun Ini Menikah dengan Saudara Kandungnya, Kok Bisa?
Hingga ahirnya ia dan teman-teman mahasiswa lainnya pun terisolasi di Pulau Legundi, Lampung menunggu bantuan datang.
Kini 25 mahasiswa UNDIP telah dipulangkan ke daerah masing-masing.(*)
Source | : | |
Penulis | : | Riska Yulyana Damayanti |
Editor | : | Soesanti Harini Hartono |
KOMENTAR