Nakita.id - Labelling adalah masalah yang dapat menghambat tumbuh kembang Si Kecil.
Mungkin terlihat sepele, ketika Moms emosi pada Si Kecil, melabelinya sebagai 'anak nakal' ternyata bukan sekadar kata-kata.
Dampaknya bisa fatal, mulai dari mengubah cara pandang anak pada diri sendiri, hingga membuatnya menjadi kurang percaya diri.
Baca Juga : Berikan yang Terbaik, Bahan Alami Harus Jadi Pilihan Utama Agar Bayi Terlindungi
Walau hanya kata-kata, label yang disematkan pada anak bisa bertahan sangat lama di ingatannya.
Tak hanya label negatif, label positif seperti pujian yang berlebihan juga bisa memberikan dampak kurang baik.
Maka sebaiknya kita menghindari melabeli anak demi masa depannya.
Lantas, label yang sering terucap tanpa disadari, terutama label negatif, memang perlu kita kontrol sebaik mungkin.
Berikut 5 cara menghindari melabeli anak, seperti yang dirangkum oleh Fatherhood.org.
Baca Juga : Anak Diare Jangan Langsung Beri Obat, Coba Berikan Makanan Ini
1. Ingat masa kecil
Apakah orangtua, kerabat, atau orang dewasa di sekitar Moms pernah memberikan sebutan atau label tertentu pada Moms?
Bagaimana perasaan Moms atas label tersebut?
Baca Juga : Ibu Menyusui Saat Puasa: Coba Konsumsi Makanan Ini Agar ASI Melimpah!
Meningkatkan kesadaran kita tentang pengaruh pemberlian label pada diri sendiri dapat membantu Moms menyadari seperti apa dampak dari pemberian label.
Sebutan-sebutan tertentu yang pernah Moms dengar saat masih kecil dan membuat Moms merasa sakit hati tentunya akan terasa sama jika didengar oleh Si Kecil.
Maka dengan menyadari hal itu, Moms pun bisa mendorong diri untuk coba menghindari labelling pada anak.
2. Tanyakan alasan anak
Ketika Si Kecil melakukan suatu hal yang Moms nilai tak sesuai dengan ajaran, tak jarang ada dorongan untuk mengucapkan 'nakal' karena kita terlalu emosi.
Sebelum melakukannya, sebaiknya Moms coba mendengarkan alasan Si Kecil bertindak demikian.
Jika Si Kecil sudah cukup besar untuk menjelaskan sesuatu, maka cara ini bisa Moms coba.
Anak-anak sering ingin menjelaskan perbuatan mereka dan didengarkan.
Bertanya alasannya bertindak dapat membuka pintu untuk dialog konstruktif, membuat relasi dengan anak menjadi lebih sehat.
Ketika anak menyampaikan alasannya, itu memberikan kesempatan untuk membimbing bagaimana menghindari perilaku negatif dan mengulangi perilaku positif.
3. Fokus pada tindakan
Saat Si Kecil melakukan sesuatu yang positif atau negatif, fokuslah pada tindakannya.
Cobalah memberitahu Si Kecil bahwa meninggalkan pakaian di tempat tidur merupakan tindakan tak bertanggung jawab daripada melabeli anak sebagai pemalas.
Jika Si Kecil mendapat nilai bagus saat ujian, ucapkan selamat kepadanya atas pencapaian itu.
Lebih baik Moms mengatakan "selamat ya, nilainya bagus, usaha belajarmu tidak sia-sia" daripada memujinya langsung dengan sebutan pintar.
4. Berikan pengertian pada anak
Anak-anak membutuhkan dan menginginkan penjelasan dari orang tua mereka tentang perilaku mereka.
Terutama ketika apa yang mereka lakukan membuat Moms memberikan hukuman atau peringatan.
Baca Juga : Sang Ibu Sibuk bermain Ponsel, Anaknya Justru Meninggal Dunia karena Tenggelam
Beritahu Si Kecil mengapa sepulang sekolah sembarangan meletakkan sepatu bukan hal yang baik dan mengapa mendapatkan nilai bagus sangat penting.
5. Minta bantuan orang lain
Kadang label sering tak sengaja diucapkan karena kita terlanjur emosi.
Moms bisa menghindarinya dengan minta bantuan orang lain, cobalah katakan pada pasangan untuk mengingatkan Moms setiap Moms mulai emosi di depan Si Kecil.
Cara ini efektif menghentikan Moms sebelum terlanjur mengucapkan label pada anak.
Source | : | fatherhood.org |
Penulis | : | Anisa Annan |
Editor | : | Saeful Imam |
KOMENTAR