“Apakah ia akan merasa, ‘Aduh orangtuaku hanya cinta karena aku bagus akademisnya, ataukah anak jadi bisa berpikir orangtua cinta sama aku apa adanya’,” lanjutnya.
Berikutnya, orangtua tentu sebaiknya tidak menyebarluaskan informasi pribadi anak.
Hal itu bertujuan untuk melindungi anak dari berbagai risiko berbahaya, salah satunya penculikan.
“Lindungi informasi berharga seperti plat nomer, lokasi rumah dan sekolah, nama panjang, dan sebagainya,” ucap psikolog yang telah tersertifikasi ‘Certified Parent-Child Interaction Therapist’.
Terakhir dan yang paling penting, saat mengunggah foto, orangtua perlu berpikir jauh tentang bagaimana perasaan anak jika sudah besar nanti melihat hal tersebut.
“Saat mem-posting foto anak di media sosial, dalam pikiran orangtua itu harus ada pemahaman, ‘Ketika anak aku sudah besar nanti dan dia melihat orangtua mengunggah ini, apa yang ada di dalam pikirannya ya?’,” kata Devi dalam wawancara eksklusif bersama Nakita.id.
“Orangtua perlu berpikir panjang apakah anak akan semakin merasa positif atau justru malu,” pungkas Devi Sani Rezki, M.Psi, Psi, Psikolog Anak dan Remaja, Klinik Rainbow Castle dan RS Yarsi.
Penulis | : | Ratnaningtyas Winahyu |
Editor | : | Nakita_ID |
KOMENTAR