Bahaya! 30 Persen Kasus Anak Tersedak Berakhir di Meja Operasi

  • Senin, 20 Maret 2017 15:08 WIB

Kejadian tersedak pada anak sering terjadi ketika orangtua lengah. | iStock

Nakita.Id – Anak batita cenderung memungut apa pun yang menarik perhatian mereka dan memasukkannya ke dalam mulut. Kebiasaan ini berpotensi besar membuat mereka tersedak.

Menurut Dr. Hardip Singh Gendeh, anak batita usia antara 12 dan 24 bulan adalah yang paling mungkin tersedak karena benda asing. Dalam rentang usia ini, kemampuan mereka untuk bergerak menjelajah lingkungan meningkat. Namun, mereka belum memiliki cukup gigi untuk mengunyah dengan baik.

Kepala Layanan Otolaringologi Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr. Siti Sabzah Mohd Hashim seperti dikutip star2.com mengatakan bahwa kasus yang melibatkan benda asing pada anak-anak biasa terjadi di seluruh negeri.

Baca juga : Pertolongan Pertama Saat Anak Tersedak

Benda-benda asing di dalam telinga, hidung, pangkal tenggorokan, batang tenggorokan, tekak, dan kerongkongan bisa menjadi iritasi ringan, atau malah pengancam nyawa. “Biasanya 70 persen kasus bisa kita tangani dengan mudah, tapi 30 persen sisanya, yang biasa terjadi pada usia anak-anak, mungkin harus ditangani dengan anastesi, yang berisiko besar untuk tindakan dan akibatnya.”

Dr Siti, seorang konsultan pediatrik otolarynologist senior di Rumah Sakit Sultanah Bahiyah di Alor Setar, Kedah, menjelaskan bahwa benda asing pada anak-anak bisa terhirup, tersedot, tertelan atau ada orang-orang yang sengaja memasukkan benda tersebut kepada anak.

Apa pun bisa menjadi penyebab insiden ini. Namun menurut Prof. Dr. Dario Gregori dari University of Padua, Italia, makanan adalah penyebab lebih dari 70 persen kasus cedera akibat tersedak.

”Cedera akibat tersedak ini terjadi dengan dan tanpa pengawasan dari orang dewasa," kata Prof Dario yang menjabat sebagai Ketua Statistik Medis dan Analisis Risiko di Department of Cardiac, Thoracic and Vascular Sciences di Padua. "Kita tahu bahwa persentase yang besar dari cedera terjadi tanpa pengawasan orang dewasa, yaitu 42 persen."

Baca juga : Heboh! Anak Meninggal karena Tersedak Permen

Ini berarti sebagian orangtua tidak menyadari risiko tersebut. Kita berpikir bahwa anak aman-aman saja dan bisa bermain sendiri atau makan sendiri.

Sumber : ["star2.com"]

Reporter : Avrizella Quenda
Editor : Ida Rosdalina

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×