Belum Kelar Wabah Virus Corona, Para Ilmuwan Malah Sebut Seantero Dunia Tengah ‘Dihantui’ Gempuran Banyak Bencana Akibat dari Peristiwa Alam Ini, Ada Apa?

By Ratnaningtyas Winahyu, Senin, 18 Mei 2020 | 07:39 WIB
Ilustrasi matahari (Pixabay.com)

Rupanya, lockdown yang dimaksud adalah aktifitas permukaan matahari yang sedang turun drastis, karena berada dalam periode solar minimum (minimum matahari).

Akibat hal tersebut, sinar matahari pun mengalami penurunan drastis yang ditandai dengan bintik matahari yang menghilang.

“Solar minimum sedang berlangsung, dan ini parah,” ujar Astronom Dr Tony Phillips dikutip dari The Sun via Kompas.com, Minggu (17/5/2020).

Baca Juga: Bukan Cuma Panas Tinggi dan Batuk, Pasien Positif Corona Ini Ceritakan Gejala Aneh yang Timbul Berlarut-larut

Menurut Philips dari jumlah bintik matahari yang ada, kondisi saat ini termasuk yang terparah dalam satu abad terakhir.

Karena hal tersebut, medan magnet matahari sontak menjadi lemah, memungkinkan sinar kosmik ekstra ke tata surya.

"Kelebihan sinar kosmik menimbulkan bahaya kesehatan bagi para astronot dan perubahan udara kutub, memengaruhi elektro-kimia atmosfer bumi, dan dapat membantu memicu petir," ujarnya.

Baca Juga: Harapan Baru di Tengah Pandemi Covid-19 untuk Indonesia, Pemerintah Segera Jual Belikan Obat Virus Corona Per Agustus Mendatang, Ini Pernyataannya